Belum Diatur Tentang Pengelolaan Sampah oleh DLH Kota Medan, Abdullah Roni: Revisi Perda Sesuai Kebutuhan

topmetro.news – Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan Abdullah Roni menerangkan, revisi Perda No 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan sampah dilakukan seiring dengan peralihan kewenangan penanganan pengelolaan sampah yang sebelumnya dari Dinas Kebersihan menjadi Dinas Lingkungan Hidup.
Hal itu dikatakan Roni saat membacakan pandangan fraksinya terhadap usul DPRD Kota Medan Atas Ranperda tentang Revisi Perda tersebut.
“Perubahan Perda Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang pembentukan perangkat daerah, juga menjadi latar belakang harus diubahnya Perda No 6 tentang Pengelolaan Sampah,” ungkapnya, Selasa (14/5/2024).
Wali Kota Medan, sambung Roni, telah mengalihkan pengelolaan persampahan kepada kecamatan yang belum ada diatur dalam Perda No 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan.
Permasalahan tersebut menjadi dasar pengusul, harus ada perubahan pada perda pengelolaan persampahan agar lebih baik lagi.
“Langkah Pemko Medan sangat baik dengan mengubah sistem pengelolaan sampah dari open dumping menjadi ke sanitary landfill,” tambahnya.
Fraksi Gerindra DPRD Medan meminta Dinas Lingkungan Hidup mampu memanfaatkan atau reduksi 25% dari 2000 ton sampah masyarakat.
“Permasalahan utama di dalam pengelolaan sampah di Kota Medan adalah masih rendahnya akses terhadap layanan pengelolaan sampah. Kondisi ini menurut pandangan kami disebabkan oleh lima faktor,” imbuhnya.
Kelima faktor tersebut, yakni masih belum memadai perangkat peraturan yang mendukung pengelolaan sampah, penanganan sampah belum optimal, minim pengelolaan layanan persampahan yang kredibel dan profesional.
“Belum optimal sistem perencanaan pengelolaan sampah, terbatasnya pendanaan untuk mendukung keseluruhan aspek pengelolaan sampah,” sambungnya lagi.
Fraksi Gerindra berharap agar Pemko Medan memberikan edukasi dan sosialisasi secara kontinu, guna mendorong perubahan mindset di tengah masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan dan untuk program ke sekolah, mungkin bisa dilakukan mulai tingkat SD dan SMP sebagai pembentukan kesadaran hidup yang bersih sejak usia dini.
reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment