Pertanyakan Buku Tanah yang Hilang, Pegawai Kantor BPN Kota Binjai Diduga Sengaja Hindari Tanggungjawab

topmetro.news – Pelayanan oknum staf Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Binjai dalam melayani kepentingan masyarakat perlu dipertanyakan.

Sebab, apa yang dilakukan salah seorang oknum staf Kantor BPN Kota Binjai bernama Dika Aprilia SH dalam melayani masyarakat, sangat bertolak belakang dengan apa yang digaungkan Kementerian Pertanahan tentang Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Pasalnya, Dika Aprilia SH seolah menghalang-halangi serta diduga sengaja menutupi permasalahan berkas pertinggal surat tanah milik warga bernama Rosma Br Peranginangin dengan Nomor SHM 00002 yang ‘raib’ di Kantor BPN Kota Binjai tersebut.

Hal ini diutarakan anak pemilik surat tanah bernama Edi Sitepu (33) warga Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, kepada topmetro, Selasa (9/7/2024) sore.

Dijelaskan Edi, bahwa dirinya sangat kecewa dengan sikap dan pelayanan oknum staf BPN Kota Binjai bernama Dika Aprilia SH tersebut.

Edi menilai, wanita cantik yang dipercaya melayani masyarakat tidak bersikap ramah dan melayani. Malah terkesan menghalang-halangi warga yang ingin mempertanyakan tanggung jawab pihak BPN atas hilangnya buku tanah mereka di Kantor BPN Binjai.

“Tadi pagi saya datang ke Kantor BPN Binjai untuk mempertanyakan keberadaan buku tanah kami. Tapi Bu Dika Aprilia itu malah bersikap ketus saat saya ingin menemui Kepala Kantor BPN Binjai terkait masalah buku tanah yang hilang. Jika memang masyarakat gak bisa ketemu sama Kepala Kantor BPN, kan seharus saya diarahkan kepada staf yang membidanginya. Malah saya dicuekin gak ada kejelasan cuma dilarang aja. Saya sudah ikuti peraturan di BPN dengan mendaftar dan mengambil nomor antrian,” kesal Edi.

Hampir seharian menunggu tanpa kejelasan di Kantor BPN Binjai, akhirnya Edi memutuskan untuk pulang.

Dijelaskan Edi, pihaknya mengetahui buku tanah pertinggal di Kantor BPN itu hilang, setelah notaris berupaya melakukan cek bersih sertifikat tanah untuk keperluan akad kredit di salah satu bank pemerintah.

Namun, setelah pihak notaris mendatangi Kantor BPN, ternyata buku tanah milik Risma Br Peranginanginangin tidak ditemukan alias hilang. Padahal pemilik surat tanah belum lama ini mengurus ‘Roya DI’ (penghapusan catatan hak tanggungan) pada tanggal 26/6/2024 di Kantor BPN Kota Binjai.

“Kan aneh, kenapa buku tanah (pertinggal) di Kantor BPN bisa hilang. Makanya, maksud saya menemui Kepala Kantor BPN Binjai itu mau menanyakan kejelasan keberadaan buku tanah itu. Tapi malah gak ditanggapi dan dihalang-halangi sama Bu Dika itu,” terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum pemilik lahan, Romi Terta Ginting SH dari Kantor Hukum BGGINTING & Rekan menjelaskan, bahwa atas hilangnya buku tanah milik kliennya itu, harus menjadi tanggung jawab pihak BPN.

“Jika memang buku tanah itu hilang di BPN, berarti pihak BPN yang saat ini di bawah kendali Menteri Pertanahan Agus Harimurti Yudoyono ini, sudah melakukan peristiwa pelanggaran melawan hukum. Lagi pula, sikap oknum staf BPN Binjai yang seolah enggan melayani masyarakat, harus mendapatkan sanksi dari pimpinannya,” paparnya.

Terpisah, Kepala BPN Kota Binjai Hasinuddin SH MHum saat akan dikonfirmasi topmetro, Selasa (9/7/2024) sore, belum berhasil.

Menurut salah seorang petugas sekuriti di Kantor BPN Jalan Samanhudi No 14 Satria Kota Binjai mengatakan, bahwa Kepala BPN Binjai sudah pulang.

“Mulai dari kepala kantor hingga staf yang membidangi terkait permasalahan buku tanah yang hilang, juga sudah pulang. Jadi, besok pagi aja datang lagi kemari,” ujarnya.

Saat ditanyakan salah seorang staf bernama Dika Aprilia SH yang masih terlihat berada di dalam kantor, oknum sekuriti tersebut juga menyatakan jika waktu pelayanan masyarakat sudah berakhir.

Saat dijelaskan jika media ini hanya ingin mengklarifikasi dan mempertanyakan alasannya mengapa seolah mempersulit masyarakat yang akan mengurus permasalahan buku tanah yang hilang, sekuriti tersebut meminta izin akan menanyakan terlebih dahulu kepada pihak yang bersangkutan.

Namun, bukannya menemui wartawan, kuasa hukum, dan anak pemilik buku tanah, oknum staf BPN bernama Dika tersebut malah sembunyi.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment