Cabuli Bocah 9 Tahun di Hotel, PNS USU Diringkus Polisi Dari Rumahnya

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Tim Reskrim Polsek Percut Seituan, menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr Mansyur, Medan Baru. Sang PNS diduga mencabuli bocah berusia 9 tahun di hotel Jalan Ir Juanda, Medan Maimun.

“Pelaku Ir Syahrulan Lubis, berusia 54 tahun, warga Jalan Lettda Sujono Gang Dame, Kelurahan Bantan, Medan Tembung. Sedangkan korban berinisial PA, warga Jalan Bersama Gang Jawa, Kelurahan Bandar Selamat,” ujar Kanit Reskrim Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba SH, Jumat (15/9/2017) siang.

Penangkapan terhadap tersangka, kata Philip, bermula dari laporan pengaduan orangtua korban berinisial AM (35) ke Polsek Percut Situan, Senin (11/9/2017). Polisi selanjutnya melakukan penyidikan atas dugaan kasus pencabulan dengan memeriksa korban dan sejumlah saksi.

“Setelah dirasa cukup dan didukung alat bukti, anggota langsung menangkap Syahrulan dari rumahnya, Selasa (12/9/2017). Tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Menurut keterangan orangtua korban, sebut Philip, dugaan kasus cabul itu terungkap, Senin (11/9/2017) sekira pukul 10.00 WIB. Pagi itu, AM baru pulang kerja dan meliihat korban sedang tidur dengan kondisi lemas. Kemudian AM bertanya kepada putrinya.

“Kenapa?” tanya ibu korban.

Si anak menjawab, pening. Ketika korban berbalik badan, terlihat oleh ibunya celana dalam anaknya yang masih baru dipakai. Lalu AM kembali bertanya.

“Celana siapa yang kau pakai,” tanya ibu korban.

Korban menjawab, celana dalam milik ibu-ibu yang berada di Gang Jawa.

Kemudian ditanya oleh orangtuanya, “kok bisa celana ibu-ibu kau pakai”. Lalu dijawab korban, “Tadi aku panjat pagar ibu itu, dan kemaluanku tercucuk pagar”.

Ibu korban penasaran dan kembali bertanya, “Apa yang terjadi”.
Korban menjawab, “Aku dicabuli”.

Medengar itu, AM mendesak putrinya agar mengatakan siapa pelakunya. Dengan enteng korban menyebutkan, seorang laki-laki bernama Syahrulan Lubis.

Karena pendarahan, tersangka membelikan obat, lalu diminum korban agar pendarahannya berhenti.

“Menurut pengakuan tersangka, korban sering dibawa ke hotel Jalan Ir Juanda, Medan. Namun tersangka tidak ingat berapa kali korban dicabuli. Tersangka tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi berkas yang dikirim ke jaksa penuntut umum,” pungkas Kanit Reskrim. (TM/13)

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment