topmetro.news, Langkat – Ratusan Kepala SDN dan SMPN di Langkat resah terkait tudingan oknum Sekretaris Dinas Pendidikan Langkat Robert H Ginting, belakangan memanfaatkan beberapa media menuding ada 40 kepala sekolah yang mencairkan dana BOS dan memindahkan ke rekening pribadi.
Menurut para kasek kepada media ini, apa yang ditudingkan oleh oknum Sekdisdik tersebut, merupakan upaya untuk membersihkan dirinya atas pemberitaan terkait budayakan ‘salam tempel’ dibalut modus kunjungan ke sekolah-sekolah. Apalagi berita tersebut terlanjur viral.
Padahal, aksi kunjungan yang seolah kegiatan resmi yang selalu disebut-sebut atas perintah Kadis Pendidikan itu, sama sekali tanpa dibarengi dengan surat perintah jalan dari Kadisdik.
“Kami selalu menghargai kehadiran Sekdisdik atau pejabat di Dinas Pendidikan Langkat lainnya setiap datang ke sekolah. Karena mereka merupakan atasan kami. Tapi, janganlah kami terus seolah ditakut-takuti, demi mendapatkan ‘salam tempel’ sebagai bukti perhatian dari kami,” ujar para Kasek yang mengaku menyayangkan sikap oknum Sekretaris Dinas Pendidikan itu melalui WhatsApp, Senin (11/5/2026).
Selama ini, oknum Sekdis tersebut, diduga kerap memanfaatkan beberapa oknum wartawan LSM untuk menakut-nakuti para Kasek, dengan alasan konfirmasi berapa jumlah pencairan dana BOS yang diterima, beli buku sama siapa. Bahkan, ada yang mengaku akan menghadiri rapat ke redaksi.
“Kami ini jangan dianggap sapi perah. Dana BOS itu bukan untuk dibagi-bagi kepada pihak lain dan tidak kami gunakan untuk kepentingan pribadi. Tapi murni untuk menunjang biaya operasional pendidikan, agar para anak didik kami tidak dibebani pembiayaan untuk mengikuti pembelajaran. Kami juga tau resiko hukum. Tapi, apakah ada pihak-pihak yang peduli di saat asa siswa yang sekolahnya ditutup, atau siswa pindahan yang belum dialihkan status dapodiknya ke sekolah baru. Siapa yang menanggung pembiayaan pendidikannya? Apakah kami menolak mereka? Tentu tidak. Tapi, apakah mereka-mereka peduli?” ujar mereka.
Para Kasek tersebut berharap, jika oknum Sekdis tersebut berkata benar dan memiliki data valid jika ada 40 kasek yang terbukti memindahkan dana BOS ke rekening pribadi, sebutkan aja nama sekolahnya.
“Jangan karena 1 atau 2 orang oknum kasek, semua kasek kena getahnya. Katanya ada 40 kasek, tapi tempo hari yang dipanggil ke ruangan Sekdis melalui WhatsApp, mencapai ratusan kasek, baik SDN dan SMPN. Apalagi, para kasek yang dipanggil karena alasan sudah melakukan pencairan 100% untuk dana BOS 2026, itu terlalu berlebihan. Mana mungkin dana BOS 2026 bisa dicairkan 100%, padahal baru termin ke-2. Tapi kok malah dibesar-besarkan ada 40 kasek yang memindahkan pencairan dana BOS ke rekening pribadi kasek. Kalau tindakan oknum Sekdisdik itu benar, mengapa saat memasuki ruangannya, banyak para kasek dilarang masuk membawa HP. Ada apa sebenarnya?” tanya mereka bingung.
Bahkan, mayoritas kasek yang dipanggil Sekdisdik saat itu, mengaku malah tidak ada membahas masalah dana BOS. Kehadiran mereka hanya diminta untuk menandatangani berkas pernyataan yang isinya, para kasek setuju menggunakan dana BOS harus sesuai juknis dan mekanisme yang berlaku.
“Tapi aneh, kok tiba-tiba oknum Sekdisdik sengaja membuat ricuh dan menuding ada 40 kasek yang diduga memindahkan pencairan dana BOS ke rekening pribadi, melalui media-media tertentu,” tutur mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Langkat Ilham Bangun ST, saat dikonfirmasi terkait tudingan Sekretaris Disdik Robert H Ginting ada 40 kasek yang diduga memindahkan pencairan dana BOS ke rekening pribadi, mengatakan, tidak mengetahui informasi tersebut.
“Jujur saya belum mengetahui adanya informasi tersebut dari Sekdis. Tapi malah sudah tersebar beritanya. Kalaupun ada hal yang seperti itu, seharusnya Kasek-Kasek itu harus diberikan pembinaan dan gak harus dibuat menjadi semakin ricuh. Ya udah, saya akan tanyakan masalah ini nanti ke Sekdis,” ujar Ilham, Senin (11/5/2026).
reporter | Rudy Hartono

