You are here
Terancam Tak Memilih, KPU Bakal Coret 34.000 TKI Asal Sumut di Pilgub Sumut 2018 Politik 

Terancam Tak Memilih, KPU Bakal Coret 34.000 TKI Asal Sumut di Pilgub Sumut 2018

topmetro.news – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut bakal coret 34.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) warga Sumut yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Korea, Jepang, Republik Rakyat Tiongkok dan lainnya dari Daftar Pemilih Sementara (DPS). Khususnya mereka yang tidak pulang ke Sumut hingga pelaksanaan pemungutan suara 27 Juni 2018.

“Data ini hasil koordinasi KPU Sumut dengan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi Sumut diwakili Kepala Seksi Simanjuntak dan staf Pandiangan yang berkunjung ke KPU Sumut, Rabu siang,” kata Komisioner KPU Sumut Nazir Salim didampingi Kabag Data, Perencanaan dan SDM Ichwan Zuhri Siregar dan Kasubag Juliana Hutasuhut, di ruang kerjanya, pada Rabu (11/4/2018).

Dikatakannya, sebahagian besar TKI tersebut bekerja di Malaysia selebihnya hanya di beberapa negara lainnya.

“Pencoretan ini juga untuk melihat data real terkait jumlah partisipasi pemilih di daerahnya. Selama ini, angka golput tinggi atau partisipasi pemilih rendah kemungkinan karena tidak dilakukan pencoretan data penduduk yang sudah, tidak tinggal menetap,” ujar Kabag Humas.

Sedangkan daerah asal TKI terbanyak Deli Serdang, Langkat, Medan, Asahan dan lainnya.

Pasca pencoretan, jika ada TKI yang pulang kampung pada menjelang hari H pencalonan, ia tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPS sembari menunjukkan KTP kepada petugas penyelenggara Pemilihan.

“Warga tersebut dipersilahkan menggunakan hak pilihnya pada pukul12.00WIB ke atas,” tukasnya.

Komisioner KPU Sumut

Sedangkan Komisioner KPU Sumut Ir Benget Manahan Silitonga yang juga Koordinator Divisi Teknis mengutarakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan acara Debat Kandidat Pilgubsu yang dibagi dalam tiga season dengan tema yang berbeda pertama digelar 5 Mei, kedua pada 12 Mei dan ketiga 19 Juni 2018.

Benget juga menyampaikan, besok Kamis (12/4), ia beserta Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan Yulhasni akan mendampingi Ketua KPU RI Arief Budiman dan anggota Evi Novida Ginting, menghadiri acara peresmian kantor KPU Tobasa di Balige yang dihibahkan dari Pemkab Tobasa.

“Lalu dalam waktu dekat ini juga yakni 13-15 April akan digelar Rapat Pimpinan dengan KPU kabupaten/kota untuk mengkonsolidasikan persiapan pemantapan Pilgubsu 2018,” tukasnya.

Sehari sebelumnya, Komisioner KPU Sumut, Yulhasni mengatakan, pihaknya berserta jajaran telah menyelesaikan pemasangan alat peraga kampanye se-Sumut.

“Kami imbau kepada kedua pasangan calon yakni pasangan nomor urut 1 Letjen Purn Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) serta nomor urut 2 Djarot Syaiful Hidayat-Sihar PH Sitorus (Djoss), agar menjaga, memelihara dan merawat masing-masing APK yang telah terpasang di seluruh kabupaten dan kota hingga kelurahan dan desa se Sumut,” tukasnya sembari membantah kalau jajaran KPU Sumut tidak berkeadilan dalam pemasangan APK.

APK Terpasang

Adapun APK yang dipasang KPU Sumut dan jajarannya yakni baliho sebanyak 99 unit terpasang di 33 kabupaten/kota (masing-masing 3 unit perkabupaten/kota), spanduk sebanyak 12.220 unit masing-masing dua unit per kelurahan dan desa terpasang di 110 desa dan kelurahan.

“Terakhir 4.440 unit umbul-umbul terpasang di 444 kecamatan se-Sumut masing-masing 10 unit perkecamatan. Semua sudah selesai terpasang,” paparnya sembari mengutarakan kami hanya berwenang melakukan pengadaan dan pemasangan APK di lokasi yang ditentukan.

Setelah terpasang menjadi tugas tim sukses atau tim kampanye di masing-masing tingkatan mulai kelurahan hingga kabupaten dan kota menjaga APK nya.(TM/11)

236 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment