You are here
Nekat..!!! Dua Warga Aceh Selundupkan Sabu 1,5 Kg di Kualanamu Kota Medan 

Nekat..!!! Dua Warga Aceh Selundupkan Sabu 1,5 Kg di Kualanamu

Topmetro.News – Dua warga Aceh selundupkan sabu di Bandara Kualanamu terbilang nekat. Akibatnya, kedua warga Bireun, Aceh itu diringkus petugas keamanan Bandara Kualanamu. Keduanya diamankan lantaran berusaha menyelundupkan sabu seberat 1,5 kg dari Bandara Kualanamu menuju Makassar.

Informasi yang diperoleh, kedua tersangka yakni MHP (34) dam ANW (26) warga Bireun, Aceh diringkus Senin (25/6/2018). Keduanya diamankan sesaat sebelum berangkat menuju Makassar dengan menggunakan pesawat Citilink QG-913 yang dijadwalkan berangkat pada pukul 08.40 wib.

Terdeteksi X-Ray, Warga Aceh Selundupkan Sabu ‘Gol’

Namun sial, saat kedua pria itu melewati Security Chek Point (SCP) 1 terminal keberangkatan Bandara kualanamu, petugas Aviation Securty (Avsec) dan petuga kepolisian yang bertugas di SCP 1 mendeteksi dan mencurigai tas ransel bawaan dari kedua calon penumpang asal Aceh Utara ini.

Dari hasil tangkapan mesin X-Ray, dari dalam tas ransel diketahui ada tiga bungkus pelastik dan saat diperiksa bungkusan tersebut berisi kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu.

Saat itu juga petugas keamanan Bandara Kualanamu langsung menciduk kedua pelaku penyelundupan ke gedung scurity komplek perkantoran Kualanamu.

“Pengakuan tersangka, barang ini mereka terima dari seorang pria bernama Dede, salah seorang warga Medan,” ucap Kapolres Deliserdang AKBP Edy S Tarigan, Jumat (29/6/2018).

Dibayar Panjar Rp 15 Juta

Edy mengatakan awalnya kedua tersangka dihubungi seseorang dari Medan. Mereka diminta untuk menjemput barang haram itu di Medan.

“Selanjutnya mereka menjumpai orang itu di salah satu tempat di Medan. Di sana juga orang yang menyuruh itu menyerahkan tiket dan uang Rp15 juta sebagai uang panjar mengantar ke Makassar,” urai Kapolres.

Kini, warga Aceh selundupkan sabu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mereka ‘menginap’ di Mapolres Deliserdang. Keduanya dijerat pasal 112 dan Pasal 114 jo Pasal 132 KUHP. “Ancamannya minimal 15 tahun dan maksimal hukuman mati!” (tmn)

sumber/foto: matatelinga

162 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment