You are here
Adu Pinalti Pertemukan Kroasia dan Rusia Olahraga 

Adu Pinalti Pertemukan Kroasia dan Rusia

topmetro.news – Kroasia berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2018 setelah menang adu penalti 3-2 atas Denmark di Stadion Nizhny Novgorod, Senin (2/7) dini hari WIB. Drama adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Lima menit pertama pertandingan kedua tim langsung sengit. Denmark mengejutkan pada menit pertama setelah secara mengejutkan Mathias Jorgensen mencetak gol cepat.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Sebuah halauan buruk menerpa Andreas Christensen dan bola yang tiba-tiba mendekat ke Mario Mandzukic langsung disambar untuk mencetak gol balasan bagi Kroasia.

Tidak ada tambahan gol yang terjadi sampai waktu normal dan babak tambahan selesai memaksa dimainkannya adu penalti.

Tebus Kesalahan

Kiper Subasic menebus kesalahannya di awal laga dengan menjadi penentu kemenangan Kroasia. Tiga tendangan penalti Denmark berhasil digagalkan kiper AS Monaco tersebut. Eriksen, Schone dan Nicolai Jorgensen pun dibuat terdiam.

Di sisi lain, Kasper Schemeichel sebenarnya tak kalah gemilang dengan menghalau tembakan Badelj dan Josip Pivaric. Hanya sayangnya tak mampu membaca arah eksekusi terakhir Kroasia yang dilakukan Ivan Rakitic.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic meminta kepada pemainnya untuk tidak cepat puas dengan pencapaian ini. Apalagi di babak perempat final sudah menanti Rusia yang beberapa jam sebelumnya sukses menyingkirkan tim kuat Spanyol.

“Saya akan mengatakan kepada anak-anak saya bahwa kami memainkan tim terbaik di Piala Dunia. Kami tidak boleh sombong. Ini akan menjadi ujian besar bagi kami. Kami telah datang sejauh ini, kami tidak bermaksud berhenti di sini, tapi saya yakin Rusia juga berpikiran sama. ”

Laga perempat final melawan Rusia akan dimainkan di Nizhny Novgorod, Sochi, tempat dimana Kroasia pernah mengalahkan Argentina 3-0. “Saya hanya membawa kenangan indah dari Nizhny Novgorod. Apakah ada permainan lain yang dimainkan di sini?” tambah Dalic bercanda.

Kekecewaan Hierro

Sementara itu, pelatih Fernando Hierro menggambarkan masa jabatannya sebagai pelatih Spanyol sebagai ‘kesenangan’, meski diakhiri dengan terhentinya Tim Matador di babak 16 besar. Langkah Spanyol. Mereka dihentikan Rusia dalam drama adu penalti.

Hierro mengakui kekalahan ini sangat mengecewakan. “Ini menyakitkan kami semua. Kami datang untuk melakukan sesuatu yang penting, berjuang untuk Piala Dunia, tapi itu sepakbola,” kata Hierro.

Soal kelanjutan kariernya, Hierro mengaku belum tahu apakah akan mengambil peran sebagai pelatih permanen atau tidak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada federasi.

Mantan bek Real Madrid itu sebelumnya dipercaya sebagai Direktur Teknis Federasi Sepakbola Spanyol sebelum keputusan mengejutkan dipecatnya pelatih Julen Lopetegui beberapa hari jelang laga pembuka Piala Dunia.

Masa Depan

“Ini tidak ada hubungannya dengan komitmen, persahabatan, dan upaya yang mereka lakukan setiap hari. Sangat menyenangkan bisa melatih mereka. Jika ada yang perlu dikritik, saya adalah pelatih dan saya yang paling bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” ujarnya.

“Masa depanku? Ini bukan keputusanku apakah aku tinggal. Setelah eliminasi ini, apa yang aku lakukan tidak masalah.”

Spanyol memenangkan Piala Dunia pada tahun 2010 tetapi tersingkir di rintangan pertama empat tahun kemudian. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

85 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment