You are here
Cina Minati Kelapa Sawit Indonesia, Teken Kontrak 726 Juta Dolar AS Ekonomi & Bisnis 

Cina Minati Kelapa Sawit Indonesia, Teken Kontrak 726 Juta Dolar AS

Topmetro.News – Kelapa sawit Indonesia kualitasnya memang tak perlu diragukan lagi apabila dibanding dengan negara penghasil kelapa sawit seperti Malaysia. Karena kelapa sawit Indonesia yang berkualitas itulah, sejumlah pengusaha Cina menandatangani kontrak pembelian sebesar 726 juta Dolar AS atau setara 1,21 juta ton.

Keterangan yang diperoleh, sejumlah pengusaha Cina yang teken kontrak pembelian itu untuk satu tahun ke depan berasal dari Nanjing.

Produsen Terbesar di Dunia Memberi Dampak Ekonomi Signifikan

Penandatanganan kontrak pembelian kelapa sawit ini disaksikan Duta Besar RI untuk Cina merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun.

“Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia saat ini, terus memberi dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Djauhari Oratmangun.

Menurut Djauhari Oratmangun, tingkat kebutuhan dan permintaan kelapa sawit lokal yang semakin meningkat dari Tiongkok bisa dipenuhi Indonesia sehingga pengusaha Tiongkok lebih yakin terhadap kemampuan akan kualitas maupun kuantitas produk Indonesia dan turunannya.

Sementara itu, Bian Zhen Hu selaku Ketua Umum China Chamber of Commerce of Import and Export of Foodstuffs, Native, Produce and Animal by Products (CFNA) menyebutkan promosi produk kelapa sawit harus tetap dipertahankan agar reputasi produk kelapa sawit nasional terjaga baik dan lebih dikenal seluruh lapisan masyarakat Cina.

Sejauh ini, sebut Bian Zhen HU, pihaknya siap menjembatani kaum pengusaha kedua negara untuk meningkatkan hubungan bisnis.

Sebagian dari Perkebunan Sawit di Sumatera

Hal serupa diungkapkan Peng Gang, Direktur Jenderal Urusan Asia Mofcom yang menjelaskan total kontrak pembelian produk kelapa sawit dan turunannya yang diteken Cina sebesar 1,21 juta ton atau setara dengan 726 juta Dolar AS.

Kontrak pembelian ini, kata dia, di antaranya dilakukan Cofco China, Yihai and Kerry Investment Co Ltd maupun PT Wilmar Nabati Indonesia,

Sekitar 1 juta ton hasil dari kontrak pembelian kelapa sawit dan turunannya ini berasal dari area perkebunan di Pulau Sumatera.(*)

243 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment