You are here
Ketika Lapas Menjadi Tempat Liburan Mewah Tajuk Rencana 

Ketika Lapas Menjadi Tempat Liburan Mewah

topmetro.news – Penjara, atau lembaga permasyarakatan, seyogyanya adalah tempat membina pelaku kejahatan, mulai dari koruptor, bandar sabu, hingga penjahat jalanan seperti begal. Namun bagi napi beduit, lapas dengan sel mewah, bisa menjadi tempat liburan yang nyaman.

Bagaimana tidak nyaman kalau sel dilengkapi fasilitas seperti hotel berbintang, makanan enak, dan tentu saja keamanan terjamin. Di sebuah sel mewah, tentunya dengan biaya tidak murah, napi kaya bisa mendapat tempat tidur empuk, toilet khusus, hingga perabotan mewah. Termasuk fasilitas laptop maupun ponsel, dan lainnya.

Belum lagi kamar yang dilengkapi AC, kulkas, fasilitas wifi, menu makanan spesial, bahkan ada yang punya akuarium. Fasilitas ini jelas membuat orang betah. Apalagi dalam kenyataannya, mereka bisa keluar masuk dengan bebas. Jadi bagi napi kaya –umumnya koruptor–, lapas adalah tempat istirahat yang nyaman dan aman.

Nyaman dengan segala fasilitas mewahnya dan aman karena tidak sembarang orang masuk, alias pakai penjaga. Jelas lebih aman dari hotel berbintang.

Sel Mewah Ratusan Juta

Dan kembali, fasilitas mewah dalam sel yang digunakan membina narapidana koruptor, terkuak dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Sebagaimana diketahui, dalam OTT itu, KPK menetapkan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen beserta kepercayaannya, Hendry Saputra sebagai tersangka suap.

Bersama mereka, seorang napi koruptor yakni Fahmi Darmawansyah turut diamankan bersama istrinya yang merupakan artis 90-an, yaitu Inneke Koesherawati.

Lainnya, napi umum yang merupakan pendamping Fahmi, yaitu Andri, turut diamankan.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, sel mewah itu tidak murah. Harganya bisa mencapai Rp200 hingga 500 juta, sebagaimana ditetapkan Kalapas Sukamiskin kepada setiap napi yang ingin fasilitas mewah.

Tarif selangit itu belum termasuk AC, kulkas, pemanas air, furniture, dan lainnya. “Sejauh ini informasi yang kami peroleh tarif berkisar Rp200-500 juta. Jadi jika sudah occupied ruangan, lalu mau nambah apa lagi misalnya itu ada (biaya) tambahan lagi,” kata Saut di Gedung KPK, Sabtu malam (21/7/2018).

Hal itu pun terbukti, sebagaimana terlihat dalam video yang diambil dari sel tempat Fahmi Dharmawansyah ditahan di Lapas Sukamiskin. Nampaklah sel mewah dengan fasilitas hotel berbintang. Fahmi Darmawansyah pun sepertinya nyaman dengan spring bed ditambah AC, televisi, rak buku, wastafel, kamar mandi dengan toilet duduk, dan kulkas.

Sel Mewah Bikin Betah

sel mewah
ILUSTRASI

Menurut KPK, diduga masih terdapat sel mewah lainnya di Lapas Sukamiskin, khususnya yang ditempati koruptor. Ditegaskan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, akan lebih banyak lagi dikembangkan termasuk informasi-informasi lain soal kondisi lapas, termasuk dugaan perlakuan diskriminasi antara napi korutor dengan napi umum.

Khusus kasus suap terhadap Kalapas Wahid, dia diduga menerima uang serta mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar dan Mitsubishi Triton Exceed. Suap ini diberikan agar Fahmi mendapatkan sel mewah serta mendapat kemudahan untuk keluar masuk tahanan.

Dengan kondisi seperti ini, tidak heran koruptor tidak kapok bahkan koruptor baru bertambah. Dapat uang korupsi dan kemudian ‘dihadiahi’ tempat istirahat atau lokasi liburan yang nyaman dan aman, siapa tidak tertarik? (TM-RAJA)

3.389 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment