You are here
Realisasi Peremajaan Perkebunan Sawit di Langkat 213 Hektar Ekonomi & Bisnis 

Realisasi Peremajaan Perkebunan Sawit di Langkat 213 Hektar

Topmetro.News – Program peremajaan perkebunan sawit petani di Langkat direalisasikan 213 hektar dari pengusulan seluas 425 hektar. Program peremajaan perkebunan sawit ini guna peningkatkan pertanaman dan produksi kepala sawit sehingga diharapkan hasilnya nanti akan meningkat dan ini merupakan suatu terobosan baru.

Nasuruddin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat di Stabat, Senin (6/8/2018) mengatakan dari usulan 425 hektar itu, terealisasi lulus administrasi seluas 213 hektar.

Peremajaan Perkebunan Sawit Milik Petani

Kini, kata dia, di lapangan seluas 185 hektar lahan sawit sudah ditumbang ciping dan sudah reboisasi seluas 85 hektar.

“Semuanya milik petani dan kelompok tani yang sudah lulus administrasi, dimana dananya merupakan dana hibah dari Badan Pengelola Dana Petani kelapa sawit (BPDPKS),” katanya.

Nasiruddin menyampaikan program peremajaan perkebunan sawit ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan pertanaman dan produksi kepala sawit. Lewat program ini, sambung dia, diharapkan hasilnya nanti akan meningkat.

“Ini sebuah terobosan baru. Program ini hibah dari Kementerian Pertanian dimana nantinya kelompok tani yang mengikuti program ini akan menerima bantuan hibah berupa uang guna meremajakan perkebunan sawitnya,” katanya.

Kelompok Tani Terima Rp 25 Juta per Hektar

Menurut Nasiruddin, hibah yang akan diterima kelompok tani ini berupa uang sebesar Rp25 juta per hektar untuk membeli bibit dan pupuk.

Pihaknya akan mengawasi langsung hibah itu hingga tepat sasaran dan pemamfaatannya benar-benar sesuai dalam rangkaian peningkatan hasil produksi sawit di daerah ini.

Direncanakan program perluasan peremajaan sawit ini dilanjutkan tahun 2019 dan kelompok tani juga sudah didata sehingga diharapkan waktu penyalurannya rampung sesuai harapan.

Sekadar diketahui kini ada beberapa kategori usaha perkebunan sawit yang berkembang di Langkat yakni milik perusahan swasta, milik negara maupun milik rakyat. ”Tapi yang menjadi perhatian kita adalah milik rakyat atau kelompok tani.”

Seperti diberitakan Topmetro.News sebelumnya mendukung program pemerintah yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) itu petani diharapkan agar menebang kelapa sawit tua dan menanam ulang untuk meningkatkan efektivitas masyarakat dan industri. Untuk ini Pemerintah menyiapkan bantuan dana Rp 25 juta per hektar biaya tebang, biaya kebersihan dan biaya tanam ulang.

Baca juga: Replanting Sawit Milik Petani Dinilai Mendesak

Terlebih kegiatan peremajaan ini dirasakan cukup mendesak karena sebagian besar kebun kelapa sawit rakyat sudah berusia tua. Akibatnya produktivitas sawit rendah.(*)

199 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment