You are here
Proyek Rp10 Miliar di PT PLN Sumut Diminta Audit Kota Medan 

Proyek Rp10 Miliar di PT PLN Sumut Diminta Audit

topmetro.news – Aparat penegak hukum KPK dan Kejaksaan maupun Polri diminta segera melakukan penyelidikan terkait proyek pembangunan Gedung APD dan Pembangunan Masjid Nurul Iman di lingkungan PT PLN Wilayah Sumut, di Jalan Yos Sudarso No 284 Medan.

Dana yang bersumber dari PT PLN itu sendiri menelan biaya Rp10 miliar. Ironisnya, tenda sementara yang digunakan untuk menampung jamaah Masjid Nurul Iman selama dibangun diduga berbiaya Rp700 juta untuk jangka waktu tujuh bulan.

Pengamat Hukum, Julheri Sinaga mengungkapkan siapapun bisa menjadi sosial kontrol jika ada instansi pemerintahan yang menggunakan anggaran bersumber dari negara. Jadi, menurut Julheri jik ada kejanggalan dalam pelaksanaannya sebaiknya segera dilakukan audit.

“Kalau ada kecurigaan dalam memakai uang negara, saya kira wajar-wajar saja. Itulah gunanya kita sebagai sosial kontrol, agar pemanfaatan uang negara yang dilakukan untuk pembangunan benar-benar sesuai dengan peruntukannya, apalagi nilainya hingga miliaran rupiah,” kata Julheri saat berbincang kepada Koran Top Metro (grup topmetro.news), pada Rabu (10/10/2018).

Jika Ada Penyimpangan Tindak Tegas

Julheri juga memaparkan, jika tim saat melakukan penyelidikan menemukan penyimpangan dalam proses pelaksanaannya, maka harus ditindak tegas.

“Jangan main-main, ini uang negara dan masyarakat berhak mengetahuinya. Jadi kalau ada yang tidak masuk akal dalam menjalankan proyek di PLN tersebut, aparat penegak hukum harus segera mengambil sikap,” bebernya.

PT PLN

Sementara itu, Manager Komunikasi PT PLN Wilayah Sumut, Rudi Artono dalam pesannya melalui Whatsapp tetap membantah proyek sewa tenda tersebut mencapai Rp700 juta. Namun, Rudi tidak juga membeberkan berapa sebenranya nilai sewa tenda yang diduga menjadi akar permasalahan tersebut.

Anehnya, dalam pesannya melalui Whatsapp tersebut Rudi bahkan bertanya “Datanya dari mana? Siapa Sumbernya?. Pertanyaan ini juga sudah dijawab, bahwa media tidak bisa memberitahukan dari mana sumbernya.

Namun, saat coba dihubungi melalui telepon seluler, Rudi tidak lagi menjawab walaupun terdengar nada panggil dari seberang sana.

Seperti sebelumnya, Tenda sementara yang diperuntukkan mengganti lokasi beribadah jamaah Masjid Nurul Iman yang berada di lingkungan Kantor PT PLN Wilayah Sumut di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, diduga menelan biaya hingga Rp700 juta.

Anehnya, tenda berwarna putih ini hanya berukuran lebih kurang 10 x 30 meter saja, berada di belakang gedung utama PLN disamping Masjid Nurul Iman.

“Iya bang, biaya sewanya tendanya saja Rp700 juta selama tujuh bulan,” kata sumber beberapa waktu lalu.

Penunjukan Langsung

Manager Komunikasi PT PLN Wilayah Sumut, Rudi Artono yang dihubungi membantah sewa tenda yang dimaksud berbiaya Rp700 juta. Namun dirinya mengamini bahwa proyek tersebut dilakukan secara Penunjukan Langsung (PL).

“Butul bang, proyek itu penunjukan langsung. Karena proyeknya tidak sampai Rp300 juta. Dan sewa tenda sebesar Rp700 juta itu tidak benar, karena proyek itu terpisah. Tapi saya tidak bisa membeberkan berapa nilai sesungguhnya dari proyek tersebut,” katanya kepada Koran Top Metro (grup topmetro.news) yang mengaku sedang berada di Kota Tarutung, pada Selasa (9/10/2018).(TM/TIM)

296 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment