You are here
Mahasiswa Samosir Diskusi Toleransi Dihadiri Kaum Muda dan Lintas Agama Komunitas 

Mahasiswa Samosir Diskusi Toleransi Dihadiri Kaum Muda dan Lintas Agama

Topmetro.News – Mahasiswa Samosir yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Medan Asal Samosir (IMMAS) mengadakan diskusi tematik mengusung tema “Menakar Toleransi di Indonesia” yang dilaksanakan di Caffee & Basecamp Kopi Parsaoran (KORAN) Medan. Diskusi yang diinisiasi mahasiswa asal Samosir itu menghadirkan kalangan muda dari beberapa penganut agama, tokoh agama dan akademisi sebagai fasilitator.

Demikian disampaikan Wulan Rigyar Nainggolan, Ketua Umum IMMAS kepada wartawan, Rabu (12/6/2019) di Medan.

Mahasiswa Samosir Nilai Toleransi Harus Ditanamkan

Dikatakannya, diskusi ini juga dihadiri penasehat IMMAS Suangro Sitanggang dan Wakil Sekretaris Jendral Projo Sumatera Utara Partahi Hutagaol.

Wulan mengatakan, toleransi umat beragama merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. “Secara khusus tingkat toleransi beragama di Sumatera Utara sangat baik,” katanya seperti disiarkan samosirnews.

Pemuda Jadi Aset Bangsa

Tujuan diskusi itu, menurut dia, menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini bagi kalangan muda.

“Selain itu sebagai upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, menuju Indonesia yang lebih maju,” tukasnya.

Sementara Penasehat IMMAS, Suangro Sitanggang menandaskan, pemuda merupakan aset bangsa Indonesia.

“Sikap toleransi harus ditanamkan bagi kalangan pemuda, kegiatan seperti ini harus didukung.”

Support Kegiatan Positif

Dia menambahkan, sebagai akan selalu mensuport kegiatan-kegiatan yang positif para generasi bangsa ini.

“Apalagi kegiatan seperti ini sifatnya peningkatan literasi para pemuda khususnya pemuda Samosir,” puji Suangro.

Serupa dengannya, Wasekjend Projo Sumatera Utara Partahi Hutagaol menyampaikan apresiasinya.

“Kita bangga dengan IMMAS yang berperan serta membangun bangsa ini, melalui diskusi positif,” katanya.

Menurut dia, ketika berbagai kelompok mencoba memecah belah persatuan bangsa, perlu kegiatan seperti ini untuk menggugah semangat persatuan yang selama ini sudah utuh terjaga.

baca juga | PULUHAN MAHASISWA DEMO DPRD MEDAN, DUGAAN KORUPSI DANA RAMADHAN FAIR

Seperti disiarkan topmetro.news sebelumnya, puluhan mahasiswa tergabung dalam Barisan Mahasiswa Pemerhati Kota Medan melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor DPRD Medan, Senin (27/5/2019). Mereka menuntut agar pengelola Ramadhan Fair 2019 diperiksa karena disinyalir terjadi praktek korupsi APBD dalam penyelenggaraanya.

Dengan membentangkan spanduk dan sejumlah poster, para pegunjukrasa melakukan orasi yang menyatakan, Rabu (8/5/2019) dilaksanakan pembukaan Ramadhan Fair Kota Medan di Jalan SM Raja. Walikota Medan HT Dzulmi Eldin dalam kesempatan itu menegaskan stan-stan yang ada di Ramadhan Fair tidak diperjualbelikan dan diberikan cuma-cuma kepada UMKM.

Menurut pengunjukrasa dalam pernyataannya yang ditandatangani Koordinator Aksi Wildan Lubis dan Koordinator Lapangan Ridwan Siregar, dalam penelusuran dan wawancara yang dilakukan pihaknya kepada beberapa pedagang UMKM yang berjualan pada acara tersebut, ternyata ada oknum di Pemko Medan yang melakukan praktek pungutan liar terhadap pedagang.

Tujuannya untuk memudahkan urusan atau memenuhi kepentingan si pembayar pungutan.

Selain itu, pengunjukrasa juga menduga adanya praktek korupsi anggaran Program Pengelolaan Keragaman Budaya Ramadhan Fair Tahun 2019 dari total anggaran Rp3,065 miliar, dengan penjabaran, belanja makanan dan minuman kegiatan senilai Rp 165 juta, belanja pakaian kerja lapangan Rp 100 juta dan penyelenggara kegiatan (EO) senilai Rp 2,8 miliar.

reporter | jeremitaran

137 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment