You are here
Tewas Dipukul Botol Gegara Futsal, 8 Pria Diamankan Kota Medan 

Tewas Dipukul Botol Gegara Futsal, 8 Pria Diamankan

Topmetro.News – Ibnu tewas dipukul botol usai bertanding futsal Minggu (7/7/2019) sekira pukul 21.00 WIB, hingga kini masih diselidiki polisi. Namun 8 orang terduga pelaku satu per satu sudah diringkus dan sempat diperiksa polisi. Sayangnya hingga kini, belum ada terduga pelaku yang dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ‘futsal berdarah’ itu.

Tewas Dipukul Botol Setelah Sempat Cekcok

Sekadar diketahui korban Ibnu tewas dipukul botol usai pertandingan futsal antara anak Gang Bersama dengan anak Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Info yang diperoleh di kepolisian, dalam perkelahian yang melibatkan kedua belah pihak ini mengkibatkan Ibnu atau pria yang memiliki nama lengkap Ibnu Gunawan (23) warga Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung meregang nyawa. Kepalanya pecah dihantam pelaku menggunakan botol minuman.

Bustami (25), Rekan korban, warga Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, menjelaskan awal mula kejadian saat mereka bertanding futsal di lapangan futsal Pianggo, Pasar 7 Tengah, Tembung, dengan anak Gang Bersama Jalan Prima Pasar 7 Tengah Tembung.

Ditengah permainan, kedua kubu terlibat cekcok disebabkan permainan futsal yang seharusnya sportif malah bermain kasar.

Keributan pun terjadi sampai ke luar arena futsal. Masing-masing kubu mempersiapkan diri untuk berkelahi.

Dipukul Anak Gang Bersama

Akibatnya, seorang pemain dari kubu Jalan Prima bernama, Angga dipukul oleh anak Gang Bersama.

Saat perkelahian itu terjadi, Angga menelepon Ibnu yang mengaku dirinya dipukuli.

Tak lama, Ibnu pun datang ke lokasi. Namun kedatangannya disambut kawanan kubu lawan dengan memukul kepala bagian belakangnya dengan botol kaca. Akibatnya korban jatuh dan tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Medika, Pasar 9 Tembung.

Dipulangkan Karena tak Terlibat

Petugas yang mengetahui kejadian itu langsung datang ke TKP dan memboyong sekitar 8 orang pelaku ke Mapolsek Percut Seituan.

Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap ke-8 pemuda yang sempat diamankannya. Namun hingga Senin (8/7/2019) sore, beberapa diantaranya dipulangkan polisi lantaran tidak terlibat dalam peristiwa itu.

“Keluarga saya gak ikut perkelahian dan gak tau siapa yang bertikai. Tapi usai kejadian itu, anak kami diamankan. Dia memang berada di lapangan futsal. Karena gak terlibat. kami disuruh buat surat pernyataan,” kata seorang wanita berhijab yang merupakan keluarga seorang pemuda yang sempat diamankan.

Belum Ada Tersangka Pelaku

Iptu MK Daulay, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan mengaku belum ada ditetapkan sebagai tersangka.

“Tadi malam memang ada kita amankan sekira 8 orang, tapi statusnya masih saksi atau dalam pemeriksaan. Kebetulan malam itu saya di rumah sakit dan keluarga korban sempat keberatan dilakukan otopsi serta visum. Mereka mengaku ikhlas, nah sekarang sudah dilakukan setelah mereka mau,” katanya seperti disiarkan pewarta.

Selain itu, kata polisi, beberapa orang yang diamankan juga ada kemungkinannya dengan laporan polisi terkait penganiayaan lain di waktu kejadian serupa.

“Jadi, kalau gak salah ada 2 atau 3 LP (laporan polisi) dengan LP tewasnya korban. Karena ada 2 orang lagi yang luka-luka akibat penganiayaan akibat kejadian itu dan mereka buat LP terpisah,” jelasnya.

baca juga | RICUH PERTANDINGAN FUTSAL, SEORANG PEMUDA DI TEMBUNG TEWAS DIPUKUL BOTOL

Sebagaimana disiarkan topmetro.news sebelumnya pertandingan futsal antara anak Gang Bersama dengan anak Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, Percut Seituan, berakhir ricuh, Minggu (7/72019) malam.

Dalam perkelahian antar dua kubu itu, mengkibatkan ibnu Gunawan (23) warga Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, tewas.Kepalanya dihantam pelaku menggunakan botol.

Salah satu teman korban, Bustami (25) warga Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung mengatakan, kejadianya berawal saat mereka tanding futsal di lapangan futsal Pianggo di Pasar 7 Tengah, Tembung. Mereka bertanding dengan anak Gang Bersama Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung.

reporter | jeremitaran

768 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment