You are here
Korban Bencana Alam Terima Bantuan Rekonstruksi Komunitas 

Korban Bencana Alam Terima Bantuan Rekonstruksi

Topmetro.News – Korban bencana alam di Kabupaten Pacitan, khususnya di Kecamatan Bandar, Jawa Timur, kini tak perlu takut lagi ketika rumah yang mereka tinggali, mengalami kerusakan berat akibat bencana alam. Pasalnya, keraguan warga itu dihapus dengan adanya program pembukaan rekening bantuan rumah pasca bencana alam oleh pihak Pemda setempat.

Korban Bencana Alam Dibekali Pemahaman Buka Rekening

Demikian dikatakan Danramil 0801/06 Nawangan, Kodim 0801/Pacitan. Jumat, 6 September 2019.

Kapten Inf Sutomo menjelaskan, saat ini terdapat 92 Kepala Keluarga di Kecamatan Bandar yang saat ini dibekali pemahaman terkait program pembukaan rekening tersebut.

“92 Kepala keluarga itu terdiri dari beberapa Dusun yang berada di Kecamatan Bandar, Pacitan,” tandasnya.

korban bencana alam2
foto Kiriman | Puspen TNI

Wujud Kepedulian Pemda

Program itu, kata Sutomo, merupakan wujud kepedulian dari pihak Pemerintah Daerah setempat terhadap warga.

“Program dari Pemda ini, kita sosialisasikan ke masyarakat agar mereka bisa memahami setiap prosedur kepengurusannya,” ucapnya.

baca juga | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

Seperti diwartakan Topmetro.News sebelumnya, untung ada TNI. Itu yang ada dalam pikiran penulis manakala beberapa waktu lalu, penulis membaca berita tentang penemuan seorang anak yang hilang atas nama Johanis Kanimu berusia 13 tahun. Konon anak tersebut tersesat selama dua pekan di dalam hutan, karena terpisah dengan orang tuanya ketika sedang berburu di Kampung Tanas, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke-Papua.

Ya, anggota Yonif MR (Batalyon Infanteri Mekanis Raider) 411/Pandawa Kostrad yang sedang bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI-PNG), berhasil menemukan anak yang hilang itu.

Sekadar diketahui 8 orang personel Yonif 411/Pandawa Kostrad di Pos Kalimaro selanjutnya mengantarkan Johanis Kanimu kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua itu bernama Melianus Kanimu dan Sensea Ndiken. Mereka berada di sebuah perkampungan di Obaathrow, Distrik Jagebob. Diketahui pula, ikhwal penemuan anak hilang yang tersesat di hutan selama dua pekan itu awalnya diterima info dari warga setempat.

Setelah menerima info berharga ini, petugas TNI lantas mencari keberadaan si anak. Hingga akhirnya mereka bisa dipertemukan dengan keluarganya dengan kondisi selamat, meski kondisi Johanis Kanimu sempat drop dan trauma.

Salah satu fakta ini menunjukkan betapa TNI dekat dengan masyarakat. Bisa dibayangkan betapa bersyukurnya orang tua Johanis Kanimu karena anak mereka ditemukan dalam kondisi selamat.

Tak bisa dipungkiri pula, tugas TNI tak cuma menjaga stabilitas keamanan nasional, menjaga keutuhan NKRI, mengantisipasi ancaman bahaya dari luar.

reporter | jeremitaran
kiriman | Puspen TNI

153 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment