You are here
JPU Tetap Tuntut 2 Terdakwa Kurir 4 Kg Sabu ‘Trenggiling’ 16 dan 15 Tahun Kota Medan 

JPU Tetap Tuntut 2 Terdakwa Kurir 4 Kg Sabu ‘Trenggiling’ 16 dan 15 Tahun

topmetro.news – Penuntut umum dari Kejari Medan Chandra Priono Naibaho SH menyatakan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada persidangan sebelumnya. Yakni pidana 16 tahun kepada Andiko alias Diko (29) dan pidana 15 tahun kepada Budi Arianto. Keduanya adalah terdakwa kasus jual beli sabu seberat 4 kg.

Hal itu diungkapkan Chandra menjawab pertanyaan Hakim Ketua Gosen Butarbutar SH usai penasihat hukum terdakwa menyampaikan nota pembelaan (pledoi) dalam sidang lanjutan di Ruang Cakra 8 PN Medan.

Selain tuntutan hukuman badan, kedua terdakwa juga diwajibkan masing-masing membayar denda. Hanya saja terdakwa Andiko dikenakan denda Rp2 miliar. Subsidair (dengan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan) 1 tahun. Sedangkan terdakwa Budi Arianto dituntut membayar denda Rp1 miliar. Subsidair 6 bulan kurungan.

Hal memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas praktik-praktik penyalahgunaan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Usai persidangan JPU Chandra menyebutkan, kuat dugaan kedua terdakwa merupakan sindikat peredaran sabu jaringan internasional.

Sabu Trenggiling

Mengutip dakwaan, ‘kulit trenggiling’ merupakan kata sandi untuk sebutan narkotika Golongan I jenis sabu seberat 4 kg yang akan diangkut terdakwa Irawan Andiko alias Diko bersama Budi Arianto dan Januar Tanjung dari Tanjungbalai ke Kota Medan.

Januar Tanjung merupakan oknum TNI (berkas terpisah/peradilan militer dan telah divonis pidana 6 tahun) ditangkap petugas dari Sat Narkoba Polrestabes Medan, Senin dinihari (10/12/2018) sekira pukul 01.00 WIB.

Sebelum penangkapan, Januar Tanjung, yang juga adik ipar terdakwa Irawan dihubungi Praka Ardi yang bertugas di salah satu kesatuan di Balige untuk menjemput sabu dengan sandi ‘sisik trenggiling’. Januar Tanjung kemudian merental satu mobil Toyota Avanza Nopol BB 1974 EE melalui Praka Anggun. Kemudian menghubungi terdakwa Irawan untuk menyetir mobil.

Setiba di Tanjungbalai, terdakwa Irawan turun dari mobil untuk membeli ikan. Sementara Januar Tanjung pergi meninggalkan terdakwa dengan mengendarai mobil untuk mengambil barang yang diperintahkan Praka Ardi.

Usai mengambil kotak kardus dari orang yang tidak dikenal, Januar Tanjung selanjutnya kembali menjemput terdakwa Irawan dan Budi Arianto.

Merasa Dibuntuti

Setelah berada di daerah Jalan Lintas Tanjung Morawa-Medan, terdakwa Irawan mulai merasa mengantuk. Sehingga pada saat itu Januar Tanjung menggantikan terdakwa Irawan untuk menyetir mobil.

Curiga sedang dibuntuti mobil petugas, Irwan Tanjung kemudian menyuruh kedua terdakwa membuang kardus tersebut melalui jendela mobil.

reporter | Robert Siregar

113 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment