You are here
Peringatan HUT Korpri dan Hari Guru Digelar di Taput Daerah Komunitas 

Peringatan HUT Korpri dan Hari Guru Digelar di Taput

topmetro.news – Peringatan HUT Korpri dan Hari Guru Nasional yang sejatinya jatuh tanggal 25 November, tahun ini di Kabupaten Tapanuli Utara, diperingati secara bersamaan di Lapangan Serbaguna Tarutung, Selasa (3/12/2019).

Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi, Komandan Upacara Kakan Satpol PP Rudi Taput Sitorus SSos, dan petugas pengibar Bendera Merah Putih tiga personil Satpol PP Tapanuli Utara.

Upacara ditandai pembacaan Pembukaan UUD 1945, Panca Prasetya Korpri, Ikrar dan Kode Etik Guru. Dilanjutkan dengan menyayikan Mars Korpri dan Hiyme Guru.

Sambutan Presiden

Presiden RI Ir Joko Widodo selaku Penasehat Korpri dalam sambuta dibacakan Bupati Taput mengatakan, era industri 4.0 telah membuka persaingan perebutan antar-negara untuk berebut teknologi dan pasar.

Menghadapinya, Presiden mengajak Korpri melakukan terobosan-terobosan dan cara-cara baru. “Korpri harus melakukan reformasi secara berkelanjutan. Birokrasi harus berubah. Korpri harus melakukan inovasi. Pelayanan berbelit-belit harus dipangkas,” tandasnya.

Presiden juga mengatakan, Korpri sekarang harus berorientasi bukan pada prosedur. Tetapi berionrientasi pada hasil.

Di bagian lain pidatonya, Presiden mengatkan agar mengurangi seremonial yang hanya rutinitas. Tetapi pastikan kegiatan itu akan menghasilkan produktifitas. “Kemajuan teknologi adalah instrumen penyelesaian masalah. Kita harus percaya diri menghadapi kompetisi global ini,” kata Presiden.

Pidato Mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim pada pidatonya yang juga dibacakan bupati, disampaikan singkat padat dan cepat ditangkap peserta upacara. Isinya memuat ajakan kepada guru untuk berinspirasi dan berkreasi.

“Tugas Anda (guru) adalah yang termulia sekaligus tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa ini,” tandasnya.

“Saya tahu Anda ada inspirasi. Tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berkreasi. Maka saya akan berjuang untuk kemerdekaan pendidikan di Indonesia,” tandas Makarim pada pidatonya.

“Ajaklah kelas berdiskusi dan bukan hanya mendengar. Beri kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas,” masih kata menteri berusia muda itu.

Hadapi Era Digital

Saat ini guru sudah harus bersiap menghadapi era digital (industri 4.0).

“Anak-anak milenial sekarang sudah masuk di era tersebut. Apalagi dengan hadirnya Mendikbud Nabiel Makarim yang juga berpikiran dan pelaku industri digital dari kelompok milenial,” kata Ketua Parade Guru Tapanuli Utara kepada topmetro.news di Lapangan Serbaguna Tarutung.

Pada kesempatan itu bupati memberikan tali asih kepada ASN memasuki masa pensiun yang mengabdi selama 20 hingga 30 tahun. Kemudian, kepada anak-anak berprestasi yang lolos ke perguruan tinggi negeri di luar Sumatera Utara.

Kondisi Guru SD

Data dari Dinas Pendidikan Taput, jumlah guru SD jika digabung yang berstatus ASN dan honorer sebanyak 3.565 orang. “Kalau memakai ratio 1:20 sesuai Permen,
artinya jika itu harus diterapkan, pemerintah harus merekruitmen guru lagi dari jalur CPNS. Sayangnya, formasi yang diberikan pusat untuk Tapanuli Utara tahun ini hanya enam orang,” kata Ketua Parade Guru Taput Martua Situmorang.

Jika dihitung jumlah guru SD 3.565, itu sudah gabungan honor dan PNS. “Kalau dipakai rumus 1:20 orang, jadi kebutuham guru 1:20 hanya 2.306 kebutuhan guru untuk guru kelas yang berstatus PNS,” katanya.

Jika menuruti aturan itu, Martua merinci, kebutuhan guru untuk SD adalah satu kepala sekolah, satu guru agama, dan satu guru olaharaga. Ditambah enam guru kelas.

Maka dibutuhkan sebanyak 3.474 guru. Dengan rincian 9 x 386 (jumlah SD di Taput) yang berstatus PNS. “Tetapi jika tenaga honor ikut diberdayakan, maka sebenarnya masih lebih sekitar 91o rang,” terangnya.

Guru Harus Enjoy

Meskipun demikian, Martua juga mengatakan tidak usah terlalu ngotot untuk mempermasalahkan kekurangan guru SD berstatus PNS. Jika harus memakai SDM yang ada sekarang (ikut guru honor), salah satu cara pemenuhannya dengan melakukan re-grouping dan pemerataan

“Pemerataaan dilakukan dengan berpihak masalah kemanusiaan (human interesting). Harus dikaji penempatanya, supaya guru bisa pulang ke rumahnya tanpa harus pindah. Guru yang ditempatkan bertugas di sebuah wilayah akan lebih enjoy jika tidak lagi ikut memikirkan tempat tinggal. Atau harus berpisah dengan anak-anak dan keluarga,” urainya.

Relokasi Gedung

Tetapi di saat yang sama menurut Martua, pemerintah harus meningkatkan kualitas. “Relokasi gedung SD juga harus segera dipikirkan,” katanya.

reporter | Jan Piter Simorangkir

193 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment