You are here
Gerhana Matahari Membuat Langit Aceh Singkil Gelap Daerah Tekno 

Gerhana Matahari Membuat Langit Aceh Singkil Gelap

topmetro.news – Fenomena alam langka terjadi di Aceh Singkil. Hal ini pun menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Aceh khususnya Aceh Singkil.

Bagaimana tidak, momen langka tersebut ialah adanya kabar mengatakan gerhana matahari cincin yang terpusat di Aceh Singkil, Kamis (26/12/2019).

Banyak warga mengatakan gerhana ini memiliki banyak arti yang menyangkut mitos, seperti membawa penyakit.

Walaupun tak dapat dilihat secara keseluruhan gerhana matahari cincinnya, namun selama sekira 30 menit, langit kota Singkil menjadi gelap.

Banyak masyarakat menantikan akan momen langka tersebut.

Prediksi yang muncul sebelum terjadi gerhana | topmetro.news

Tak Jelas Terlihat

Dari pantauan reporter topmetro.news di lapangan, ternyata gerhana matahari cincin tak terlihat jelas. Sehingga apa yang digambarkan sebelumnya oleh berbagai sumber tak terjadi pada hari ini.

Menurut keterangan salah seorang warga, Khairul, mengatakan, dirinya dulu pernah sekali melihat gerhana matahari pada tahun 80-an. “Saat dulu saya masih kanak-kanak. Pernah sekali melihat gerhana. Jadi hari ini kata banyak orang akan terjadi lagi. Saya pun ingin melihat momen langka ini,” kata Khairul.

“Setelah saya amati dari tadi pagi, ternyata gerhana matahari cincinnya tak terlihat. Kalau langit menjadi gelap memang ada tadi,” terang Khairul.

Dihimpun dari berbagai sumber, gerhana adalah fenomena alam. Tetapi dalam sejarahnya sering dianggap sebagai pertanda atau firasat dan dapat memicu rasa takut. Karena matahari tampak hilang dan langit menjadi gelap secara tiba-tiba.

Karena tempat dan waktu gerhana matahari masa lalu dapat diketahui melalui perhitungan astronomi, catatan sejarah mengenai gerhana (misal Gerhana Matahari Asyur) memungkinkan sejarawan mengetahui dengan pasti tanggal sebagian peristiwa masa lalu dan memperkirakan tanggal atau tahun peristiwa-peristiwa terkait.
Perubahan posisi rasi bintang saat terjadi saat gerhana matahari Mei 1919, digunakan sebagai salah satu bukti teori relativitas umum Albert Einstein.

Bahaya Gerhana

Mengamati gerhana matahari secara langsung dapat membahayakan mata. Karena di luar fase gerhana, total radiasi dari matahari akan langsung memancar ke retina dan mengakibatkan kerusakan permanen.

Untuk mengamati gerhana matahari dengan aman, digunakan filter tertentu untuk melindungi mata. Atau mengamatinya secara tidak langsung. Misalnya dengan memproyeksikannya ke sebuah layar kertas menggunakan kamera lubang jarum, teropong, atau teleskop kecil.

reporter | Rusid Hidayat Berutu

37 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment