You are here
Torang Manullang Kalah Duel Dihadang Pria Mabuk, Meregang Nyawa Daerah Internasional Nasional 

Torang Manullang Kalah Duel Dihadang Pria Mabuk, Meregang Nyawa

TOPMETRO.NEWS – Dihadang pria mabuk, Torang Manullang, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Tanjungpinang yang bekerja sebagai sopir truk tambang bauksit meregang nyawa, usai dibunuh. Pelakunya, pria mabuk yang juga warga di Kepulauan Salomon, Australia, Sabtu (26/1/2020) sekira pukul 03.00 waktu setempat. Jenazah pria 40 tahun itu tiba di Bandara Kualanamu, Minggu (2/2/2020) malam yang dikirim dari Negara Kepulauan Salomon.

Dihadang Pria Mabuk, Pelaku Sudah Ditangkap

Ikhwal korban Torang Manullang yang awalnya dihadang pria mabuk hingga akhirnya dibunuh, diakui Manager Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia PT Maharani, Husni. Sekadar diketahui, Husni ikut mengantarkan jenazah Torang Manullang ke tanah air.

Seperti disiarkan wartarakyat, pihaknya dan KBRI tetap memberikan atensi terhadap kasus yang menimpa korban Torang Manullang.

“Almarhum kita anggap ibarat anak kita, karena kita (PJTKI, red) yang memberangkatkan mereka. Jadi kita pantau terus kasusnya,” katanya, Kamis (6/2/2020).

“Dari perusahaan sana, ada semacam pengacara juga, Kedubesnya juga proaktif di sana,” kata Husni.

Kepada wartawan, Husni mengatakan, hingga kini penanganan peristiwa mengenaskan itu sudah ditangani kepolisian setempat.

“Itu sudah, kasusnya sudah ditangani. Hari ini kejadiannya, besoknya sudah ketangkap pelakunya. Ancamannya sekitar 25 tahun hingga seumur hidup,” tuturnya.

“Di Salomon itu yang menanganinya Polisi Australia,” sebutnya.

Pelaku Minta Kunci Truk

Husni menjelaskan, korban Torang Manullang yang merupakan TKI asal Tanjungpinang ini dibunuh warga setempat di Kepulauan Salomon, Sabtu (26/1/2020) sekira pukul 03.00 waktu setempat.

Lanjutnya, saat itu korban membawa truk bermuatan biji bauksit, dan dihadang dua orang warga yang sedang mabuk.

Kemudian, pelaku meminta kunci truk yang dikendarai korban, namun korban menolak hingga terjadi cekcok.

“Almarhum melawan tak mau berikan kunci,” ujarnya.

Dikenal Baik dan Ulet Bekerja

Husni menambahkan, korban ditusuk di sekitar bagian belakang kepala atau dekat telinga.

“Keluarga sudah setuju untuk diotopsi. Otopsinya untuk melihat tusukan itu kedalamnya sampai dimana, supaya bisa dibuktikan di Pengadilan,” katanya.

Husni menceritakan selama bekerja di perusahaan tambang bauksit itu korban dikenal baik dan ulet.

“Dia (Alex/Torang Manullang) baik dan mudah bergaul di sana. Saya salut sama dia (almarhum) sudah bisa bangun rumah,” kenangnya.

Husni mengungkapkan, akibat peristiwa ini pihaknya telah meminta perusahaan penambang untuk memberikan rasa aman bagi pekerja.

Pasalnya, para pekerja rela meninggalkan keluarga hanya untuk mengais rezeki demi kebutuhan keluarga.

“Kita sudah berkoordinasi dengan perusahaan penambang di sana. Kita sudah meminta supaya setiap sopir itu didampingi warga di sana. Setiap persimpangan supaya ada yang menjaga,” tutupnya.

Isak Tangis Anak Pecah

Isak tangis Theresia Lasmaida Manullang (13) pelajar Kelas 7 SMPN 2 Tanjungpinang ini pecah saat melihat peti jenazah ayahnya Torang Manullang (40) yang diberangkatkan, tiba di Bandara Kualanamu.

Sebelumnya, Theresia yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara ini sempat ditolak untuk melihat ayahnya, supaya tidak larut dalam kesedihan.

Namun dia ngotot untuk melihat sang ayah meskipun hanya sebentar, untuk terakhir kalinya.

“Aku mau lihat bapak, aku mau lihat bapak,” teriak Teresia saat melihat mobil ambulans.

Mendengar tangisan Theresia yang terisak isak, keluarga pun akhirnya mengizinkannya.

Meski cuma sebentar melihat peti jenazah, seketika tangis haru Theresia pun pecah. Ia langsung memeluk peti jenazah ayahnya.

“Bapak, bapak, bapak,. Jangan tinggalkan Theresia bapak, jangan tinggalkan Theresia,” teriak Theresia haru sembari memeluk peti jenazah ayahnya di mobil ambulans.

Setelah melihat dan memeluk peti jenazah ayahnya yang berlapis dua, isak tangis Theresia pun mulai sedikit mereda.

“Sudah, di kampung lagi nanti kita liat,” kata Beheskia Rajagukguk, berusaha menenangkan Theresia.

artikel untuk Anda | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

“Jangan nangis lagi, nak, jangan nangis.. kita sayang bapak kok. Tapi Tuhan lebih sayang sama bapak,” sahut Helena Tamba, ibunda Theresia.

Dimakamkan di Lawe Sigala-gala

Selanjutnya jenazah Torang Manullang diberangkatkan ke Desa Naramosan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara hingga tiba Senin (3/2/2020) pukul 04.00 Wib.

“Sudah dikebumikan, puji Tuhan berjalan lancar,” kata Helena Boru Tamba, Rabu (5/2/2020).

baca juga | EDWARD SILABAN, SANG PENAGIH UTANG DIBUNUH, DIBUANG KE JURANG

Seperti diwartakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya, sang penagih utang Edward Silaban alias ES alias Edward alias Silaban dilaporkan tewas usai dianiaya lalu dibunuh di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Catatan polisi, korban sang penagih utang dibunuh secara sadis oleh pegawai kedai ramen. Beruntung, 5 orang tersangka diciduk polisi, namun pelaku yang jadi aktor utamanya hingga kini masih diburon.

sumber | wartarakyat

Berita Lainnya

Leave a Comment