You are here
Kondisi Jalan di Wilayah Parmonangan Taput Mengkhawatirkan Politik 

Kondisi Jalan di Wilayah Parmonangan Taput Mengkhawatirkan

topmetro.news – Saat ini sejumlah titik jalan di Kecamatan Parmonangan Tapanuli Utara mengalami longsoran dari tebing, disusul longsoran yang terjadi pada bahu jalan yang berada persis di tepi jurang. Sehingga, bagi anda yang ingin melakukan aktifitas ke wilayah itu ada baiknya untuk lebih berhati-hati.

Pantauan topmetro.news beberapa hari ini di lapangan, kondisi jalan menuju wilayah yang masih sebahagian besar berada di kantong-kantong terisolir itu, justeru semakin mengalami kerusakan cukup parah.

Terutama pada musim penghujan saat ini. Tebing-tebing yang berada persis di sisi jalan, diperkirakan akan mengalami longsor susulan. Demikian juga sejumlah bahu jalan yang berpotensi ambruk.

Kondisi jalan rusak akibat longsor juga menyusul longsoran badan jalan yang berada di tepi jurang yang menganga. Dimulai dari wilayah Desa Horisan Rangitgit hingga ke wilayah Desa Manalu Dolok, Hutajulu, Pertengahan hingga Desa Purba Dolok.

Camat Parmonangan Erwan Hutagalung kepada topmetro.news, Rabu (13/2/2020) di Kota Parmonangan, juga mengakui kondisi longsor jalan kabupaten di sejumlah titik di wilayahnya.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, untuk segera menurunkan alat berat dalam upaya menanggulangi dan meminimalkan dampaknya terhadap pengguna jalan,” katanya.

Meskipun demikian, karena ini juga akibat alam, camat juga menyarankan agar warganya dan pihak lain yang keluar masuk ke Parmonangan supaya lebih berhati-hati. “Ini lebih disebabkan oleh kondisi alam. Jadi harus tetap waspada,”imbuhnya.

Salah cara yang ditempuh pihaknya, sebut Erwan, mendorong kepala desa dan masyarakat di sekitar bencana untuk ikut bergotong-royong. Terutama saat alat berat sudah turun dari kabupaten.

Perhatian Perusahaan

Namun, sejauh ini dua perusahaan raksasa yang beroperasi di wilayah ini yakni PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan PT Siluma yang bergerak di pengembangan PLTMH, belum berpartisipasi secara masif, guna ikut menanggulangi kerusakan dan terhambatnya sejumlah badan jalan disana.

“Nanti akan kita ajak koordinasi, jika sekiranya dibutuhkan bantuan dari kedua perusahaan tersebut,” kata Camat Parmonangan.

Kondisi jalan dari Desa Pertengahan hingga Dusun Sidondamon-Simarsalaon-Batu Arimo-Manalu Purba-Purba Dolok hingga Hahoran juga sangat mengkhawaturkan. Pada wilayah-wilayah terluar ini, saat ini memang sangat riskan jika dilewati kendaraan roda empat. Sebab juga terjadi longsor.

“Dengan kondisi ini, waktu tempuh perjalanan dari wilayah-wilayah tersebut yang dilakukan masyarakat menuju ibukota kecamatan di Parmonangan bisa mencapai lima jam. Sebelumnya hanya 2 jam,” terang Erwan Hutagalung.

Seperti diketahui, sejumlah jalan menuju kawasan diatas memang masih berstatus jalan yang baru dibuka oleh Pemkab Taput dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.

Longsoran tebing dan longsor badan jalan terjadi di sejumlah titik di jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Parmonangan,Taput dimulai dari Desa Horisan Ranggitgit hingga Manalu Dolok | topmetro.news/Jan Piter Simorangkir

Dana Perbaikan Rp4 Miliar

Kadis PUPR Tapanuli Utara Ir Anggiat Rajagukguk saat dikonfirmasi terkait kondisi jalan disana menjelaskan, pemkab berencana membangun dan melakukan peningkatan jalan mulai dari perbatasan Horisan Ranggigit. Titik nolnya di ujung jalan hotmix di Ranggitgit.

“Rancang bangunnya, kami akan menyasar sepanjang empat kilometer. Diperkirakan menelan biaya sebesar empat miliar rupiah. Jika dikerjakan secara membentang, sepanjang empat kilometer, diperkirakan akan sampai ke Sisoding, tepatnya di Tanah Perak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dana itu ditampung di APBD Taput Tahun Anggaran 2020. “Maka tahun ini akan kita kerjakan,” pungkasnya.

reporter | Jan Piter Simorangkir

Berita Lainnya

Leave a Comment