Atlet AS Bersatu Tuntut Keadilan Kasus Kematian George Floyd

Kematian George Floyd
Advertisement

topmetro.news – Kematian George Floyd membuat sejumlah atlet Amerika Serikat melontarkan suara menuntut keadilan atas penuntasan kasus tersebut. Di antara atlet tersebut di antaranya adalah, LeBron James dan Alex Morgan.

Bintang-bintang NBA jadi rombongan yang vokal terhadap kasus ini. Carmelo Anthony menganggap kasus ini harus bisa diusut dengan tuntas. Sehingga warga kulit hitam AS tak lagi jadi korban.

“Apakah menjadi hitam merupakan bentuk intimidasi? Apakah kekuatan kami yang mereka takutkan? Atau keistimewaan atau keunikan kami?”

“Bagaimana kami terus menjelaskan situasi ini pada anak-anak kami? Saya tak melihat ‘Mimpi Amerika’. Melainkan sebuah ‘Mimpi Buruk Amerika’. Saya tak akan bisa bungkam. Kami akan selalu mendengar keadilan untuk George,” kata Anthony.

LeBron James juga bersuara dengan kembali mengunggah foto saat ia mengenakan kaus bertuliskan ‘I can’t breath’ dengan tulisan caption ‘Still’.

Diskriminasi Kulit Hitam?

Kalimat ‘Saya tak bisa bernapas’ itu, disebut keluar dari mulut George Floyd saat lehernya ditindih oleh lutut polisi.

Legenda NBA, Magic Johnson juga tak ketinggalan angkat bicara. “George Floyd jelas dibunuh oleh anggota polisi Minneapolis. Berapa banyak lagi kita harus melihat orang kulit hitam dibunuh? Hal ini sudah berlangsung lama.”

“Kita harus melihat orang kulit hitam sebagai sosok manusia bukan binatang di jalanan,” tutur Johnson.

Bintang tenis Amerika Serikat, Sloane Stephens juga mengucapkan simpati atas peristiwa tragis yang menimpa George Floyd.

“Berdoa untuk semua yang mengalami nasib seperti George Floyd dan orang-orang tercinta mereka yang jadi korban kebrutalan polisi. Hal ini benar-benar menyakitkan hati dan menjijikkan untuk terus terlihat.”

“Hal ini tak boleh berlanjut dan kita harus ambil bagian,” ujar Stephens.

Reaksi keras bukan hanya hadir dari atlet-atlet kulit hitam. Joe Burrow, bintang American Football, berharap hak asasi manusia ditegakkan dalam persoalan ini.

“Komunitas kulit hitam butuh bantuan kita. Mereka sudah tak didengar untuk waktu yang lama. Buka telinga, dengarkan, dan berbicara. Ini bukan tentang politik. Ini tentang hak asasi manusia,” kata Burrow.

Bintang timnas putri AS, Alex Morgan juga sedih melihat tragedi yang menimpa George Floyd. “Kapan seluruh warga Amerika diperlakukan sama tanpa memandang ras dan gender? Kami rindu kepemimpinan sejati dan terbuka dari atas,” ujar Alex Morgan.

Kematian George Floyd

George Floyd meninggal dunia pada Senin (24/5/2020). Floyd ditangkap petugas kepolisian dengan sangkaan ringan, karena diduga menggunakan uang palsu untuk belanja di sebuah toko swalayan.

Floyd diringkus polisi dan lehernya ditekan oleh lutut. “Lututmu di leherku. Saya tidak bisa bernapas. Mama. Mama,” kata Floyd meminta ampun.

BACA | Di Inggris, Sopir Taksi Diludahi Hingga Meninggal Dunia

Tak lama kemudian dia diam dan tubuhnya tidak bergerak. Dia tidak bereaksi ketika petugas memintanya berdiri dan masuk ke dalam mobil.

George dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal. Insiden tersebut langsung memicu kemarahan di Amerika Serikat lewat demo besar-besaran.

Derek Chauvin, polisi AS yang dituduh melakukan pembunuhan George Floyd sudah resmi ditahan.

sumber | CNN Indonesia

Advertisement

Related posts

Leave a Comment