Bagaimana George Floyd Meninggal?

kematian George Floyd
Advertisement

topmetro.news – Seorang mantan perwira polisi Minneapolis Amerika Serikat telah ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan setelah kematian seorang pria kulit hitam tidak bersenjata bernama George Floyd (46).

Derek Chauvin, yang berkulit putih, terlihat dalam rekaman video sedang menginjak leher George Floyd, dengan menggunakan lututnya, Hari Senin lalu.

Dia dan tiga aparat polisi Minneapolis lainnya telah dipecat terkait kasus kematian Floyd, yang berkulit hitam.

BACA JUGA | Atlet AS Bersatu Tuntut Keadilan Kasus Kematian George Floyd

Penyebab Kematian

George Floyd | topmetro.news

Laporan lengkap hasil pemeriksaan kesehatan dari George Floyd belum diumumkan. Tetapi materi pengaduan menyatakan bahwa pemeriksaan postmortem tidak menemukan bukti adanya ‘traumatic asphyxia’ atau ‘cekikan’. Demikian dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (31/5/2020).

Hasil pemeriksaan sementara mencatat bahwa riwayat kondisi jantung George Floyd dan kombinasi dari minuman keras atau obat-obatan (intoxicant) di tubuhnya dan tindakan petugas polisi ‘kemungkinan berkontribusi pada kematiannya’.

Laporan itu mengatakan bahwa Derek Chauvin, sang aparat polisi, menekan leher Floyd dengan menggunakan lututnya selama delapan menit dan 46 detik.

Hampir dua menit sebelum dia mengangkat lututnya, petugas polisi lainnya memeriksa denyut nadi tangan kanan Floyd dan tidak dapat merasakan denyutnya.

Pria kulit hitam itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hennepin dengan ambulans. Dia dinyatakan meninggal sekitar satu jam kemudian.

Buku panduan kepolisian Minnesota menyatakan, di bawah kebijakan penggunaan kekerasan, petugas dilatih teknik untuk menekan leher dengan lutut tanpa harus menghambat aliran napas.

Teknik ini digolongkan sebagai pilihan kekerasan yang tidak mematikan.

Diceraikan Istri

Buntut tewasnya pria kulit hitam bernama George Floyd, polisi yang kini sudah dipecat Derek Chauvin digugat cerai istrinya. Sebelumnya, Derek Chauvin juga dituntut pasal pembunuhan setelah banyaknya demonstrasi yang menuntut keadilan atas kematian George Floyd.

Kellie Chauvin mengugat cerai suaminya dan merilis pernyataan melalui pengacaranya. Pernyataan publik Kellie Chauvin dibagikan oleh Esme Murphy, reporter WCCO-TV 30 Mei lalu di akun Twitternya.

“Mewakili Kellie Chauvin dan keluarganya, pengacara menulis bahwa ia telah berbicara dengan mantan istri Derek Chauvin.” “Kellie Chauvin menyatakan “simpati sepenuhnya” kepada keluarga Floyd dan orang-orang yang dicintainya, serta semua orang yang berduka atas tragedi yang terjadi pada 25 Mei.”

“Sementara ia meminta keamanan dan privasi untuk keluarganya, Kellie Chauvin memutuskan untuk mengajukan perceraian dengan Derek Chauvin.”

berbagai sumber

Advertisement

Related posts

Leave a Comment