Hadapi Krisis Global, GAPEKSINDO Dorong Pemanfaatan Energi Surya

topmetro.news, Medan – Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang terus memengaruhi rantai pasok energi dunia, Indonesia dinilai sudah saatnya beralih secara serius ke pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya energi listrik tenaga surya atau ‘solar cell’.

Pandangan ini disampaikan Sekretaris Umum DPD GAPEKSINDO Sumatera Utara Seteve Excel A Korua Tobing. Ia menilai bahwa kemandirian energi berbasis EBT bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi Indonesia.

Menurut pengusaha muda yang akrab disapa Excel tersebut, ketergantungan terhadap energi fosil saat ini menjadi risiko besar bagi ketahanan energi nasional, terutama ketika jalur distribusi energi dunia terganggu akibat konflik internasional.

“Energi baru terbarukan harus menjadi jawaban atas persoalan pasokan energi, terutama ketika jalur minyak dunia seperti Selat Hormuz terganggu akibat perang. Indonesia tidak boleh terus bergantung pada energi fosil,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Excel menilai, di antara berbagai sumber energi terbarukan, tenaga surya merupakan solusi paling realistis untuk segera dikembangkan di Indonesia. Letak geografis Indonesia di wilayah tropis, dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, menjadi modal besar untuk menjadikan energi surya sebagai tulang punggung energi nasional.

Menurutnya, pemanfaatan energi surya tidak hanya relevan untuk mendukung kebutuhan energi sektor industri, tetapi juga sangat efektif dalam situasi darurat, seperti saat terjadi bencana alam.

Pengalaman di lapangan menjadi bukti nyata. Excel mengungkapkan, pada peristiwa bencana di wilayah Sumatera pada akhir Februari 2026 lalu, berbagai instansi, termasuk GAPEKSINDO Medan, turut membantu masyarakat dengan membangun lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Aceh Tamiang.

Penggunaan PLTS tersebut terbukti mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di tengah keterbatasan pasokan energi akibat kerusakan infrastruktur.

“Pengalaman di Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa transisi energi bukan hanya penting dalam konteks ekonomi, tetapi juga sangat krusial dalam aspek kemanusiaan dan ketahanan bencana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan ‘solar cell’ ke depan harus diperluas secara masif, tidak lagi hanya sebagai alternatif, tetapi menjadi bagian utama dalam sistem energi nasional Indonesia.

“Ke depan, penggunaan solar cell harus diperluas, tidak hanya sebagai alternatif, tetapi menjadi tulang punggung energi nasional,” tegasnya.

Excel juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mempercepat adopsi energi surya, baik melalui pembangunan infrastruktur PLTS skala besar maupun pemanfaatan panel surya skala rumah tangga.

Dengan potensi energi matahari yang melimpah dan manfaat yang telah terbukti, energi surya diyakini dapat menjadi kunci menuju kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi krisis global di masa mendatang.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment