DPRD Medan Soroti Tunggakan Pajak Rp2 Triliun

topmetro.news, Medan – Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kota Medan mendorong Badan Pendapatan Daerah Kota Medan untuk mempercepat penagihan tunggakan pajak yang disebut mencapai sekitar Rp2 triliun dari wajib pajak di Kota Medan.

Anggota Pansus PAD DPRD Medan Faisal Arbie mengatakan, tunggakan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah.

“Ini sudah menjadi perhatian kami di Pansus. Bapenda harus lebih optimal mengejar tunggakan pajak yang jumlahnya sangat besar,” ujar Faisal kepada wartawan di DPRD Medan, usai rapat Pansus, Selasa (7/4/2026).

Selain penagihan tunggakan, Pansus juga mendorong transformasi sistem penerimaan pajak daerah dari manual ke sistem digital. Menurutnya, langkah ini penting untuk menutup potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menyebutkan, saat ini PAD Kota Medan berada di angka sekitar Rp3 triliun lebih, namun berpotensi meningkat hingga Rp5 triliun jika pengelolaan pajak dilakukan lebih optimal melalui digitalisasi.

“Masih ada potensi besar dari pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, hingga air tanah yang perlu dioptimalkan. Kita menduga masih ada kebocoran di beberapa sektor,” katanya.

Faisal menegaskan, DPRD tidak menuduh adanya pelanggaran, namun menilai pelaporan pajak yang ada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Untuk itu, Pansus merekomendasikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan turut menerapkan sistem digital dalam pelayanan dan administrasi.

Rencana tersebut akan dimasukkan dalam KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2026 sebagai dasar penganggaran pengadaan perangkat digitalisasi. “Target kita, pada 2027 sistem pajak digital seperti e-Filing, e-Payment, dan e-SPT sudah bisa berjalan optimal di Kota Medan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem self-assessment yang selama ini digunakan dinilai masih berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data jika tidak diawasi dengan sistem digital yang lebih transparan.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment