Lagi, BBKSDA dan Tim HOCRU YOSL-OIC Lakukan Translokasi Orangutan Sumatera dari Lahan Perkebunan di Desa Sei Litur

topmetro.news, Langkat – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, bersama tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatera
Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), kembali melaksanakan rescue (penyelamatan) dan translokasi 1 individu Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) dari Desa Sei Litur Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Selasa (5/5/2026).

Informasi Siaran Pers yang dikirimkan Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara Andar Abdi Saragih SPd MSi, yang diterima media ini menyebutkan, pelaksanaan kegiatan rescue translokasi Orangutan Sumatera ini berawal adanya informasi yang diterima BBKSDA Sumatera Utara dari tim HOCRU YOSL-OIC, Sabtu (2/5/2026), terkait laporan masyarakat Desa Sei Litur atas keberadaan Orangutan yang terisolir di area Kebun Timbang Langsa.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Amenson Girsang SP MH dalam siaran pers tersebut. Ia menyebutkan bahwa kawasan Perkebunan Timbang Langsa tersebut, statusnya termasuk Area Penggunaan Lain (APL), namun masih merupakan habitat alami orangutan.

Minindaklanjuti laporan tersebut, Senin (4/5/2026), tim gabungan dari BBKSDA Sumatera Utara melalui Resor Aras Napal dan HOCRU YOSL-OIC melakukan pengecekan ke lokasi sesuai yang diinfokan masyarakat.

Berdasarkan hasil pengecekan, Tim menemukan tiga individu orangutan, yang terdiri dari 1 jantan dewasa, 1 betina dewasa dan 1 anaknya. Lokasi keberadaan individu orangutan tersebut, jarakanya berada sekitar 10 km dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Melihat komposisi individu yang ditemukan, tim mempertimbangkan adanya potensi risiko interaksi negatif antara manusia dan orangutan, khususnya dari individu jantan dewasa yang memiliki ukuran tubuh lebih besar serta perilaku dominan. Keberadaan individu 3 orangutan di area aktivitas manusia tersebut, berpotensi menimbulkan rasa takut, kepanikan, atau reaksi defensif dari masyarakat yang dapat mengancam keselamatan satwa.

“Oleh karena itu tim memutuskan untuk merescue individu jantan terlebih dahulu,” kata Amenson Girsang.

Selanjutnya, tim segera melakukan persiapan untuk proses evakuasi. Setelah dokter hewan menyiapkan obat bius, proses pembiusan, uapaya rescue berhasil dilakukan dengan aman.

Saat dilakukan pemeriksaan fisik, menunjukkan jika orangutan jantan dalam kondisi sehat, tanpa luka, dengan berat badan sekitar 95 kg. Tim kemudian merekomendasikan agar orangutan segera ditranslokasi ke habitat alaminya.

Kemudian, BBKSDA Sumatera Utara selanjutnya berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) untuk penentuan lokasi pelepasliaran. “Berdasarkan hasil koordinasi, diputuskan bahwa orangutan tersebut akan dilepasliarkan di lokasi restorasi kerjasama BBTNGL dan YOSL-OIC di Resor Cinta Raja, Kabupaten Langkat,” terangnya.

Pada Hari Senin (4/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, orangutan jantan dibawa menggunakan kandang angkut menuju area restorasi Cinta Raja, sebagai persiapan pelepasliaran yang dijadwalkan akan dilakukan pada keesokan harinya, yakni Selasa (05/5/2026). Apalgi, Tim tiba di area restorasi pada pukul 21.00 WIB malam.

Selanjutnya, pada Selasa (5/5/2026) pagi, Tim Gabungan yang terdiri dari BBKSDA Sumatera Utara, BBTNGL dan HOCRU YOSL-OIC, melaksanakan kegiatan translokasi di lokasi yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan satwa liar, sekaligus mitigasi potensi interaksi negatif antara manusia dengan orangutan, akibat perubahan penggunaan lahan di sekitar habitat alaminya.

Usai dikeluarkan dari kandang, terlihat orangutan jantan tersebut langsung naik ke atas pohon di kawasan hutan tersebut.

Selanjutnya Tim BBKSDA Sumatera Utara dan HOCRU YOSL-OIC, akan terus melakukan pemantauan terhadap orangutan yang telah ditranslokasi tersebut. Selain itu,Tim juga sedang mempersiapkan rescue terhadap individu orangutan betina beserta anaknya yang akan dilepasliarkan di area yang sama.

reporter| Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment