You are here
Penguatan Rupiah Terbaik di Asia Ekonomi & Bisnis 

Penguatan Rupiah Terbaik di Asia

topmetro.news – Di tengah fluktuasi beberapa mata uang Asia, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami kenaikan 45 poin hingga sore ini, Kamis (6/9/2018). Bahkan pergerakan ini tercatat menjadi yang terbaik di Asia.

Menurut data Bloomberg, Rupiah sore ini pukul 16.00 WIB di pasar spot exchange ditutup Rp14.893 per dolar AS. Menguat 45,0 poin (0,30 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan pada kisaran harga Rp14.875-Rp14.905 per dolar AS.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, Rupiah hari Rp14.891 per dolar AS. Ini menguat dari posisi sebesar Rp14.927 per dolar AS dengan kisaran perdagangan Rp14.965-Rp 14.817 per dolar AS.

Mata Uang Asia

Sementara pergerakan mata uang Asia antara lain adalah, Yen Jepang menguat 0,1600 poin (0,14 persen) mencapai 111,37 yen per dolar AS. Dolar Hong Kong melemah 0,0004 poin (0,01 persen) mencapai 7,8497 dolar Hong Kong per dolar AS. Won Korea Selatan melemah 2,75 poin (0,25 persen) mencapai 1,123 won per dolar AS.

Lalu Rupe India melemah 0,1101 poin (0,15 persen) mencapai 71,86 per rupe India. Renmimbi Tiongkok menguat 0,0048 (0,07 persen) mencapai 6,8348 per dolar AS.

Selanjutnya Dolar Singapura menguat 0,0003 poin (0,02 persen) mencapai 1,3754 per dolar AS. Peso Filipina melemah 0,1730 poin (0,32 persen) mencapai 53,86 per dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,0024 poin (0,06 persen) mencapai 4,1453 per dolar AS. Baht Thailand melemah 0,0130 (0,04 persen) mencapai 32,70.

Berdasarkan catatan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sudah terjadi sejak tadi pagi. Meski pada siang tadi sempat melemah, namun pergerakan positif Rupiah tercatat terbaik di Asia. Rupiah menguat saat mayoritas mata uang Asia tertekan. Selain Rupiah, mata uang Asia lain yang menguat adalah Yen Jepang.

Harga Emas

Selain itu, harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange berada di atas US$ 1.200 per ounce, Kamis pagi WIB (6/9/2018). Hal itu karena kekhawatiran negosiasi perdagangan AS-Kanada dan pelemahan dolar AS. Ini membantu meningkatkan daya tarik investasi logam mulia sebagai aset safe-haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik US$2,2 atau 0,18 persen, menjadi US$1.201,3 per ounce.

Para investor khawatir tentang sengketa tarif yang belum selesai. Terutama antara Amerika Serikat dan tetangganya Kanada. Prospek ekonomi negara-negara berkembang juga telah mendorong serentetan kecemasan baru-baru ini di bursa saham AS di Wall Street. (TMN)

106 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment