You are here
Gereja jangan Permisif dengan Perilaku Koruptif Nasional 

Gereja jangan Permisif dengan Perilaku Koruptif

topmetro.news – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Saut Situmorang berharap, agar lembaga agama, termasuk gereja turut serta dalam upaya pencegahan korupsi. Salah satu caranya, jangan sampai ada sikap permisif dengan perilaku koruptif.

“Lembaga agama termasuk gereja harus mendidik jemaat agar tidak permisif dengan perilaku koruptif,” kata Saut Situmorang saat jadi pembicara pada acara Konsultasi Nasional GMKI, Jumat (13/7/2018), di Bitung, Sulawesi Utara.

“Harus ada paradigma anti korupsi di dalam benak pendeta, jemaat, dan pengurus gereja. Lebih baik rumah ibadah tidak berpintu ataupun hanya beralaskan tanah. Daripada berpintu megah dan beralaskan keramik, namun itu berasal dari sumbangan koruptor,” sambung dia.

Sehubungan dengan itu, maka Saut pun mengajak anggota-anggota GMKI sebagai generasi penerus gereja, untuk terlibat aktif dalam aksi perlawanan terhadap korupsi.

Menurut dia, GMKI dapat melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada mahasiswa dan pemuda gereja. “Selain itu, GMKI dapat melaporkan jika ada indikasi tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Minim Integritas

Mengenai tingkat korupsi di Indonesia yang masih sangat tinggi, menurut Saut Situmorang, disebabkan karena minimnya integritas dalam hidup seseorang. Kondisi itu membuat orang mudah tergoda melakukan korupsi.

Sehingga menurut dia, setiap orang harus punya integritas dalam hidup. “Ini sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan, menjaga kepercayaan ucapan dan tindakan,” kata dia.

Berkembangnya perilaku koruptif itu, kata Saut, juga karena dukungan tak langsung masyarakat yang masih sering menyogok penyedia jasa demi mempercepat urusan. “Hal ini adalah kasus korupsi besar yang sering dilakukan masyarakat luas. Perilaku koruptif ini harus kita berantas,” kata dia.

KPK, kata Saut Situmorang, punya tiga strategi dalam pemberantasan korupsi. “Yaitu represif, perbaikan sistem, edukasi, dan kampanye,” kata Saut.

Namun ditambahkannya, bahwa ketiga hal itu tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. “Namun harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Supaya tingkat korupsi di Indonesia berkurang,” imbuhnya.

Konsultasi Nasional GMKI itu sendiri merupakan kegiatan pra-Kongres GMKI, yang akan dilaksanakan Bulan September mendatang di Jakarta. (TM-RAJA)

37 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment