#

Update 30 Oktober 2020: Tidak ada Penambahan Kasus Covid-19 di Samosir

tak ada penambahan
Advertisement

topmetro.news – Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Jumat (30/10/2020), pukul 14.00 WIB, tak ada penambahan konfirmasi positif. Dengan rincian sebagai berikut: 1. Suspek: Nihil, 2. Probable: 1 orang, 3. Konfirmasi positif: 5 orang, 4. Sembuh: 26 orang, dan 5. Meninggal dunia: 2 orang.

Berikut rincian lima orang konfirmasi positif Covid-19 hingga Jumat, 30 Oktober 2020: (1) MS, (9/10/2020), Pr, 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri. (2) MP, (9/10/2020), Pr, 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri. (3) DS, (19/10/2020), Pr, 38 tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri. (4) BR, (20/10/2020), Lk, 51 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri. (5) A, (20/10/2020), Lk, 38 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Kumulatif konfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 30 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB mencapai 33 kasus. Dengan rincian 5 konfirmasi positif, 26 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19

Satgas Covid-19 Samosir masih menunggu hasil perkembangan lima konfirmasi positif tersebut dan berharap hasilnya negatif. Selain itu, penjagaan tetap berjalan optimal untuk mencegah, mengendalikan, dan menangani Covid-19 untuk Samosir. Harapannya, selama masa libur ini (28 Oktober – 1 November 2020) tidak terjadi penularan Covid-19 untuk wilayah Samosir, karena tingkat kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan semakin meningkat.

Satgas Covid-19 tetap mengimbau seluruh masyarakat melakukan protokol kesehatan secara konsisten dengan determinasi yang tinggi. Sehingga penularan Covid-19 dapat kita cegah secara bersama-sama dalam doa dan tindakan yang nyata. Kiranya Tuhan tetap melindungi Samosir dari Covid-19 yang berdasar pada kepatuhan melakukan protokol kesehatan.

sumber | RELIS

Advertisement

Related posts

Leave a Comment