Setelah Kota Kelahiran Adam Malik, Wakajati Sambangi Posko Pilkada Simalungun

Posko Pilkada Kejari Simalungun
Advertisement

topmetro.news – Setelah sehari sebelumnya inspeksi mendadak (sidak) ke Pematangsiantar, kota kelahiran mantan Wakil Presiden RI (1978–1983) H Adam Malik, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) pimpinan Wakajati Sumut Jacob Hendrik Pattipeilohy, Sabtu (7/11/2020), menyambangi Posko Pemantauan Pilkada Serentak 2020 pada Kejari Simalungun.

Jacob Hendrik Pattipeilohy mengingatkan jajaran, bahwa posisi kejaksaan yang wilayah hukumnya bertepatan melaksanakan Pilkada Serentak pada 23 kabupaten/kota se-Sumut untuk tahun 2020, tidak berada pada ‘second line’. Hal itu demi suksesnya pesta demokrasi termasuk untuk Kabupaten Simalungun.

Sebaliknya, kejaksaan harus memberi warna dan memiliki peran lebih dalam perjalanan mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan transparan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Asintel Kejati Sumut Dwi Setyo Budi Utomo, Koordinator Salman, dan Kasi Penkum Sumanggar Siagian yang ikut dalam rombongan Tim Monev, dapat penyambutan langsung dari Kajari Simalungun Gloria Sinuhaji serta para Kasi dan staf Kejari Simalungun.

Kajari Simalungun Gloria Sinuhaji menginformasikan, bahwa jumlah penduduk Kabupaten Simalungun 1.037.545 jiwa. Pilkada tahun ini terdata sebanyak 636.303 orang pemilih atau DPT. Sebanyak 320.741 pemilih perempuan dan 315.562 pemilih laki-laki dengan 1992 TPS.

Empat Paslon Pilkada

Masyarakat yang tinggal dalam wilayah Simalungun sangat beragam dengan jumlah pasangan calon yang maju ada empat paslon. Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengawal pilkada, imbuh Gloria Sinuhaji, melakukan deteksi dini di lapangan.

Keempat paslon yang maju dalam bursa Pilkada Simalungun adalah (sesuai nomor urut):

  1. Radiapo Hasiholan Sinaga-H Zonny Waldi.
  2. H Nur Hasim Muhajidin-Tumpak Siregar.
  3. Wagner Damanik-H Abidinsyah Saragih (jalur independen).
  4. Anton Ahmad Saragih-Rospita Sitorus.

Kasi Intel Kejari Simalungun Ratno Pasaribu, Kasi Pidum Irvan Maulan, dan Kasi Datun Fitriyani juga menyampaikan presentasi terkait persiapan masing-masing seksi dalam mengawal tahapan Pilkada.

Menurut Ratno Pasaribu, dalam deteksi awal yang mereka lakukan, sudah ada upaya-upaya calon tertentu dan pendukungnya untuk melakukan kecurangan. “Misalnya, ada ASN tidak netral, money politic dan upaya lainnya,” katanya.

Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa dalam tahapan Pilkada Simalungun, berdasarkan data yang mereka terima, sudah mulai ada tindak pidana dan riak-riak yang menghiasi tahapan sampai pada Hari ‘H’ pencoblosan.

Harapannya, kata mantan Kajari Medan ini, semua Kajari dan Kasi yang daerahnya melaksanakan Pilkada, supaya membuat laporan lengkap dengan data akurat dan upaya-upaya lainnya.

Pada penghujung kunjungan, Wakajati Jacob Hendrik berpesan, agar apa yang baru dipresentasikan tersebut dilanjutkan dan ditingkatkan. Karena menurutnya, kemampuan untuk membaca situasi atau deteksi secepat mungkin dan kemudian dengan dukungan deteksi aksi, akan menjadi sebuah kekuatan dan warna dalam mengawal Pilkada Serentak 2020.

reporter | Robert Siregar

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment