Mengintip Strategi Pelni yang Tetap Eksis Ditengah Pandemi

KM Dobonsolo
Advertisement

TOPMETRO.NEWS – SI NUNIK, sebelum perayaan Idul Adha 2021 lalu, menumpangi KM Dobonsolo dari Makassar ke Jayapura. Sepanjang perjalanan, Nunik mengaku puas dengan pelayanan jasa transportasi KM Dobonsolo sebagai salah satu kapal milik PT Pelni (Persero).

Catatan | *PANDAPOTAN SILALAHI

 

Begitulah sekadar ilustrasi. Orang awam menganggap, Pelni hanya bergerak di bidang jasa penyeberangan antar pulau di Indonesia. Padahal, sebagai salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Pelni lebih dari itu. Tak sekadar melayani penumpang dari satu pulau ke pulau lainnya.

Transformasi jasa pelayanan Pelni, yang melayani penumpang sebagaimana yang dialami Nunik, tidak melulu sebatas itu. Banyak peluang dan indikator yang dilayani Pelni untuk menunjang aktivitas bisnis, terutama ditengah pandemi Covid-19 ini.

Ada beberapa aspek bisnis yang digeluti Pelni saat ini. Penulis merasa perlu untuk menjabarkannya agar pembaca awam lebih mengetahui lebih dekat lagi peran aktif Pelni sebagai salah satu perusahaan ‘plat merah’ yang menguntungkan sebagaimana keberadaan BUMN lainnya.

Sekadar diketahui, sesuai misi Pelni ”Mengelola dan mengembangkan angkutan laut guna menjamin aksesibilitas masyarakat untuk menunjang terwujudnya wawasan nusantara”, PT Pelni (Perusahaan Pelayaran Nasional) melaksanakan tanggungjawabnya dengan tak cuma terbatas melayari rute-rute komersial, tetapi juga melayani pelayaran dengan rute pulau-pulau kecil terluar (sesuai Pepres No.78 tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau kecil terluar).

Nah, disamping itu pemanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dapat tercapai sesuai sasaran. Dan ini pulalah yang kini digeluti perusahaan ini.

Untuk menambah pengetahuan kita tentang Pelni, ternyata perusahaan ini mengoperasikan 26 unit kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni pun melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP, di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas. Pelni pun mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede.

Khusus pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak.

Tidak itu saja, data tahun 2019 lalu, Pelni pun mengoperasikan 4 unit armada kapal barang dengan 1.200 ton total bobot mati.

kapal pelni Dobonsolo2
foto | balticshipping

Terkoneksi dari Satu Pulau ke Pulau Lain

Tak bisa dipungkiri, keberadaan Pelni yang menghubungkan jarak dari pulau yang satu ke pulau yang lainnya, sehingga terkoneksi, sangat menguntungkan masyarakat. Bahkan pengiriman barang pun dirasakan cukup membantu. Dengan begitu, Pelni secara langsung ikut membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.

Bayangkan saja, wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.503 pulau. Ini sangat membutuhkan sarana transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sesuai SK Dirjen Perla No AT 55/I/8/DJPL-06 tanggal 5 April 2006 tentang penetapan jaringan trayek tetap dan teratur (liner) angkutan laut penumpang dalam negeri untuk PT.Pelayaran Nasional Indonesia (Persero). Tempat yang disinggahi berjumlah 91 pelabuhan.

 

Unit Usaha Sampingan Pelni

Sesuai perkembangannya, PT Pelni pun kini memiliki sejumlah unit usaha sampingan.

Tersebutlah misalnya bisnis Hotel Bahtera Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Angkutan Bandar, Keagenan Kapal, Dock/Perbengkelan Kapal. Selain pelayanan penumpang kapal, Pelni pun memiliki unit usaha Property Management Pelni.

Seiring berjalannya waktu, Pelni pun memiliki anak perusahaan beberapa diantaranya Rumah Sakit Pelni, PT SBN yang terkonsentrasi dalam bidang bisnis bongkar muat & EMKL serta PT PIDC, Freight Forwarding, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan over bagasi.

PT Pelni terus berupaya mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara.

Langkah Strategis Perusahaan

Untuk merealisasikan visi ini, perusahaan telah menyiapkan langkah strategis perusahaan. Salah satunya, dengan mengembangkan portofolio bisnis utama Pelni pada bisnis pelayaran penumpang, pelayaran barang dan logistik.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Pelni tetap beroperasi melayani kebutuhan konektivitas penumpang dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat yang dimulai dari pre onboard, on board dan pasca onboard.

Pelni pun senantiasa menerapkan sistem digitalisasi yang menyediakan GeNose C-19 sebagai upaya peningkatan pelaksanaan prokes (protokol kesehatan).

Dari sisi pelayaran barang dan logistik, perusahaan ini mencatat pertumbuhan yang cukup positif.

Pada akhir Semester I tahun 2021, terjadi kenaikan muatan barang di kapal penumpang, baik itu kontainer, General Cargo, Kendaraan dan layanan Redpack.

Intinya memang, Pelni selalu berupaya menghadirkan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan di bidang transportasi penumpang dan logistiknya.

kapal pelni Dobonsolo3
foto | marinetraffic

Jangan Abaikan Kualitas Layanan

PT Pelni, sebagai perusahaan ‘monopoli’ milik pemerintah sejatinya tetap mengutamakan layanan prima yang benar-benar berkualitas. Manakala ada kritik saran dari konsumen, jangan pernah mengabaikannya. Memperbaiki layanan, dari hari ke hari agar semakin baik, ini yang membuat Pelni kian dekat di hati masyarakat terlebih dalam kondisi masa pandemi saat ini.

Hal-hal kecil yang terkait dalam perbaikan layanan misalnya, kebersihan di atas kapal hingga ketepatan berangkat dan tiba di tempat sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Ketika Pelni senantiasa memperbaiki kualitas layanan, itu pulalah yang membuat perusahaan ini benar-benar ‘berkelas’ sehingga untuk bersaing dengan kapal-kapal swasta asing, tak perlu diragukan lagi. Semoga!

(Penulis, Pandapotan Silalahi, wartawan topmetro.news kini berdomisili di Cimahi, Bandung-Jawa Barat. Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis PT Pelni tingkat nasional tahun 2021).

 37 total views,  2 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment