Polisi Amankan Pelaku Pungli di Jembatan Tuntungan

Polisi Amankan Pelaku Pungli di Jembatan Tuntungan
Advertisement

topmetro.news Setelah sempat viral di media sosial (medsos) karena melakukan aksi pungutan liar (pungli) di jembatan Tuntungan, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, FS, warga sekitar diringkus petugas.

“Kita langsung bergerak setelah video pungli itu viral, dan pelakunya sudah kita amankan,” kata Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedi Dharma, Selasa (14/9/2021).

Kapolsek menyebut, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap FS untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kita menunggu laporan korban untuk prosesnya,” ujar Dedi.

Dia memastikan, kondisi jembatan ini sudah aman dari aksi pungli preman, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan.

“Tetap kita pantau, agar tidak ada lagi pengutipan yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Informasi dihimpun wartawan, Selasa (14/9/2021), aksi pungutan liar (pungli) tersebut terjadi di Jembatan Tuntungan Desa Durin Jangak Kecamatan Pancur Batu, yang menghubungkan warga di Kecamatan Pancur Batu, Kutalimbaru dan Tuntungan.

Kondisi jembatan tersebut mengalami kerusakan di bagian ujungnya, sehingga membuat masyarakat harus berhati-hati untuk melintas. Preman memanfaatkan kondisi ini dengan aksi pungli.

Preman tersebut menutup jembatan dan juga meminta kutipan uang. Mirisnya lagi masyarakat yang tidak mau membayar, tidak diperkenankan melintas.

Salah seorang mahasiswi yang melintas merasa geram. Dia lalu merekam aksi pungli ini, dan mengunggahnya di akun instagramnya @matchaaugust_ .

Dalam video tersebut terlihat, sejumlah pria berdiri di depan jembatan, mereka menghentikan laju kendaraan dan meminta uang. Seketika video ini memantik keriuhan warganet video ini viral.

Polisi Amankan Pelaku Pungli di Jembatan Tuntungan

Masyarakat ataupun pengendara yang melintas harus membayar Rp2 ribu untuk boleh melewati jembatan tersebut.

“Dua ribu, kecil memang, cuma kan mengganggu juga lah. Awak pun kalo gak megang uang kecil terpaksa mutar,” katanya.

Ketika dia hendak pergi ke kampusnya melewati jembatan itu, terpaksa memberikan uang Rp 2 ribu kepada oknum preman.

“Lemparkan dua ribulah bang, baleknya baru dari melati (tidak lewat jembatan),” ujarnya.

reporter | Dedi

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment