Ratusan Warga ‘Serbu’ Kantor Gubsu Terkait Lahan eks HGU PTPN 2

Komite Rakyat Bersatu
Advertisement

topmetro.news – Ratusan warga yang tergabung dalam Komite Rakyat Bersatu menyerbu Kantor Gubenur Sumatera Utara, Rabu (19/1/2022). Dalam aksinya mereka menuntut keadilan soal lahan eks HGU PTPN 2 seluas 5.873,06 ha. Di mana hingga kini, lahan itu sudah dalam penguasaan pihak lain.

Seperti kata pimpinan aksi, Joni Siregar, persoalan tanah eks HGU PTPN 2 seluas 5.873,06 hektar adalah buah dari perjuangan rakyat dan reformasi. Yang mana Gubernur Sumatera Utara pada masa itu membentuk Tim B Plus. Pembentukannya atas tuntutan puluhan ribu masyarakat petani yang melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Gubsu yang pada tahun 2002.

Kemudian, keluarlah hasil kesimpulan yang sudah jelas matrikulasinya. Serta diperkuat dengan SK BPN No. 42,43,44 Tahun 2002 dan SK BPN No. 10 Tahun 2004 dengan tidak memperpanjang HGU PTPN 2 seluas 5.873,06 ha.

Selanjutnya, ternyata inventarisasi dan identifikasi yang dibentuk Gubsu saat ini diduga kuat ada keterlibatan mafia tanah di dalamnya.

Di antaranya adalah tidak ada sosialisasi kepada kelompok tani/masyarakat yang berada di atasnya. Kemudian, mendistribusikan dan memberikan sertifikat kepada UMSU yang tidak masuk dalam matrikulasi TIM B Plus tahun 2002. Melakukan pengukuran yang dilakukan oleh Tim Inventarisasi dan Identifikasi. Tidak jelas mempublikasikan, siapa saja penerima sertifikat yang berlangsung tanggal 28 Desember 2021 di Aula Gedung T Rizal Nurdin.

Atas dasar itu, maka Komite Rakyat Bersatu menyatakan sikap agar pemerintah memberantas mafia tanah. Mereka juga minta pembubaran Tim Inventarisasi dan Identifikasi yang tidak melibatkan DPRD Sumut, kelompok tani, serta aktifis agraria, dengan dugaan, adanya peranan skenario mafia tanah.

Selanjutnya mereka menuntut penyelesaian seluruh konflik agraria/pertanahan. Dan masih banyak lagi tuntutan yang mereka sampaikan saat aksi tersebut.

penulis | Erris JN

 43 total views,  1 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment