Buset..!! Oknum Perangkat Desa Diduga Pungli Warga Penerima Prona dan BLT

oknum perangkat Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat.
Advertisement

topmetro.news – Puluhan warga penerima sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau (PTSL) dan Progaram Nasional Agraria (Prona) sejak awal dicanangkan pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengeluh karena adanya tindakan tercela dugaan pungli yang dilakukan oknum perangkat Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat.

Padahal program PTSL dan Prona ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Apalagi, pemerintah sudah mempermudah kepada masyarakat yang akan mengurus surat tanah bisa mendapatkan sertifikat tanah dengan mengurus sejumlah dokumen kelengkapan awal melalui kantor desa dan kecamatan setempat.

Namun, program gratis untuk masyarakat kurang mampu ini justeru dijadikan alat mencari keuntungan pribadi oknum Perangkat Desa Gunung Tinggi tersebut.

Informasi yang diterima topmetro.news dari beberapa warga Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Sirapit, aksi dugaan pungli Prona dan BLT yang diduga dilakukan oknum aparat desa tersebut mengatakan, bukan kali ini saja terjadi.

“Iyah. Bukan kali ini aja oknum perangkat desa Gunung Tinggi memungli masyarakat penerima sertifikat PTSL dan Prona. Sudah berulangkali terjadi. Jangankan Prona, BLT pun dipungli,” ujar perwakilan warga kepada topmetro.news, Sabtu (9/4/2022) sore, di Binjai.

Perwakilan warga yang wanti-wanti minta nama serta identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan mengatakan bahwa, pungutan liar yang dilakukan oknum perangkat Desa Gunung Tinggi itu bervariasi antara Rp1-2 juta per warga saat mau penyerahan sertifikat Prona.

Selain itu, perwakilan warga korban pungli tersebut menambahkan, setiap ada program PTSL dan Prona untuk warga miskin, Camat Sirapit memanggil para Kepala Desa untuk menyelenggarakan rapat terkait program tersebut.

“Kami merasa, dugaan pungli Prona dan BLT ini juga terjadi di semua desa yang ada si Wilayah Kecamatan Sirapit. Terus terang, kami sebagai warga yang menjadi korban pungli mencurigai keterlibatan oknum Camat Sirapit. Apalagi antara Camat Sirapit dan Kades Gunung Tinggi merupakan saudara ipar (ada hubungan keluarga),” ujar mereka.

Perwakilan warga juga menambahkan bahwa sebenarnya mereka sudah mengetahui jika program pengurusan sertifikat tanah tersebut gratis.

“Tapi ya mau kekmana lagi. Mungkin karena kami ini orang kecil dan dianggap gak bisa berbuat apa-apa makanya kami dimintai duit dan hanya pasrah ajalah,” ujar perwakilan warga sembari mengatakan bahwa pihaknya siap mengumpulkan korban, saksi dan bukti-bukti terkait dugaan pungli itu.

Sementara itu, Kades Gunung Tinggi Edi Antoni Sinuraya, saat coba dikonfirmasi terkait informasi dari warga yang disebut-sebut diduga melakukan pungli prona dan BLT ke nomor ponselnya ternyata tidak aktif.

Selanjutnya, topmetro.news mencoba menghubungi KTU Desa Gunung Tinggi Amen. Namun terdengar suara seorang laki-laki yang mengaku sebagai suaminya melontarkan nada tidak bersahabat.

“Siapa ini. Saya suaminya. Mau tanya apa kau sama istriku? Kalau masalah pungli, istriku tidak tahu itu. Sini, datang kau kalau berani ke kantor desa. Datang kau, jangan beraninya lewat telpon,” ujar laki-laki tersebut.

Terpisah, Camat Sirapit Kabupaten Langkat Sri Mulyani Br Sembiring saat coba dikonfirmasi terkait maraknya dugaan pungli Prona warga miskin dan BLT yang dilakukan oknum-oknum perangkat desa di wilayahnya beberapakali lewat panggilan layanan WhatsApp, Sabtu (9/4/2022), tidak kunjung menjawab.
Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat melalui WhatsApp, hingga berita ini dikirimkan ke redaksi juga tidak kunjung dibalas.

reporter | Rudy Hartono

 70 total views,  2 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment