Terkait Tewasnya Bandar Narkoba di Sumut, Ketua HBB Minta Penyelidikan Kadiv Propam Mabes Polri

Ketua Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH menyoroti penembakan terduga bandar narkoba, Nasib, oleh personel Polres Belawan, yang menurutnya terasa janggal.
Advertisement

topmetro.news – Ketua Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH menyoroti penembakan terduga bandar narkoba, Nasib, oleh personel Polres Belawan, yang menurutnya terasa janggal.

Sebagaimana berita beredar, seorang terduga bandar narkoba, Nasib (40) warga Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mapo, diduga tertembak personil Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Akibat penembakan itu, Nasib tewas.

Lamsing menyebut, semua setuju bahwa narkoba musuh besar bersama. “Kita setuju, narkoba merupakan musuh kita bersama yang sudah banyak memakan korban,” sebutnya, Rabu (16/11/2022).

Namun sambung Lamsing, setiap orang harus dihormati hak azasinya. Jangan karena seseorang itu terduga bandar narkoba, sehingga personel dapat seenaknya melakukan penembakan.

“Polisi punya Standart Operational Procedure (SOP) dalam menangani tindak kejahatan. Termasuk dalam hal ini, terduga bandar narkoba,” ujarnya.

Ia mendorong keluarga korban penembakan untuk melaporkan ke Div Propam Mabes Polri agar kasusnya bisa menjalani pemeriksaan. “Laporkan kasus ini ke Div Propam Mabes Polri. Sehingga kasus ini bisa jelas,” ungkapnya.

Namun Lamsiang meragukan Polda Sumut dapat menyelidiki kasus penembakan tersebut secara adil dan transparan.

“Saya meragukan Polda Sumut dapat menangani kasus penembakan tersebut. Karena patut diduga adanya konflik kepentingan. Apalagi jajaran Polda Sumut sudah langsung mengeluarkan ultimatum,” pungkasnya.

“Kalau memang seorang terduga bandar narkoba dengan barang bukti 22 gram bisa ditembak, maka sebaiknya Teddy Minahasa juga ditembak. Karena Teddy menjual barang bukti narkoba 5 kg. Jangan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tandasnya.

Ultimatum

Memang, tewasnya bandar narkoba, Nasib (40) warga Jalan KL Yos Sudarso, Gang Mapo, yang menurut dugaan, tertembak personil Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, menimbulkan banyak pertanyaan.

Terlebih lagi saat Polda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi mengeluarkan ultimatum, Selasa (15/11/2022) lalu, agar jangan coba-coba membela bandar narkoba.

Sementara menjawab pertanyaan wartawan terkait ultimatum itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, hal itu karena narkoba termasuk kejahatan luar biasa.

“Kejahatan narkoba itu extra-ordinarycrime. Banyak orang terjerumus di dalamnya sebagai pengguna, pengedar, dan bandar,” ujarnya, Rabu (16/11/2022).

Hadi menyebut, narkoba sudah masuk ke semua lini dan lapisan karena banyak yang tergiur dengan keuntungan besar. “Jejaring mereka menggunakan siapa pun untuk membackingi,” ucapnya.

Menurutnya, ultimatum itu ia sampaikan, mengingat tantangan Polisi memberantas narkoba sangatlah besar. “Tidak sedikit anggota kita menjadi korban dari para mafia dan sindikat narkoba,” tegasnya.

penulis | Jeremi Taran

Advertisement

Related posts

Leave a Comment