Pilpres Satu Putaran Menghemat Uang Negara Rp15 Triliun

Besarnya anggaran untuk penyelenggaraan Pemilu 2024, tentu menjadi beban bersama. Butuh langkah strategis untuk menguranginya.
Advertisement

topmetro.news – Besarnya anggaran untuk penyelenggaraan Pemilu 2024, tentu menjadi beban bersama. Butuh langkah strategis untuk menguranginya.

Upaya mengurangi biaya Pilpres dengan menggelarnya hanya satu putaran sebuah keniscayaan. Peserta Pilpres 2009 ada tiga paslon. Yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla-Wiranto. Di mana pemenangnya dalam satu putaran dengan perolehan 60,80 persen suara adalah SBY-Boediono.

Maka tentu bukan hal baru jika rekan juang politik Ganjar Pranowo, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KoRaN) Sutrisno Pangaribuan optimis Pilpres 2024 hanya satu putaran.

“Sebagai calon presiden dengan elektabilitas tertinggi di semua lembaga survei, tentu menjadi modal awal yang baik bagi Ganjar Pranowo. Gerakan rekan juang politik, relawan dan simpatisan menunjukkan tren positif,” ungkap Sutrisno, Rabu (16/11/2022).

Ia mengatakan, di kandidat lain, baik Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto, pun gerakan semakin kencang. Mereka telah dideklarasikan Partai Gerindra untuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sementara Partai Nasdem untuk Anies Baswedan.

Unggul tanpa Deklarasi

Meski belum ada deklarasi oleh partai politik, namun Ganjar Pranowo masih tetap unggul, Padahal yang mendeklarasikannya hanya rekan juang politik, relawan maupun simpatisan.

“Bagi Kongres Rakyat Nasional (KoRaN), rekan juang politik Ganjar Pranowo, Pilpres pasti satu putaran, sekalipun capres dan cawapresnya lebih dari dua paslon. Bagi rekan juang politik Ganjar Pranowo, upaya untuk memastikan Pilpres satu putaran itu bagian dari perjuangan. Sebab bangsa kita dapat menghemat Rp14,479 triliun,” ungkapnya.

Ia mengandaikan uang sebanyak itu jika membangun satu unit sekolah baru (USB) sebesar Rp10 miliar, maka dengan Pilpres satu putaran dapat membangun 1.448 USB. Bisa juga membangun 1.810 puskesmas baru berharga Rp8 miliar per gedung.

Pilpres 2024 diikuti 2, atau 3 paslon, KoRaN optimis Ganjar Pranowo dapat menang dalam satu kali putaran. Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 akan simetris dengan pendukung Ganjar Pranowo dan kecenderungannya bertambah.

Mengacu kepada perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019, sebesar 55,50% dari suara sah nasional, maka Ganjar Pranowo hamit pasti dapat menang dalam satu kali putaran.

“Oleh karena itu, partai politik pengusung dan pendukung Jokowi di Pilpres 2019, dan saat ini menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju, agar tidak ragu menetapkan pilihan mengusung dan mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024,” pungkasnya.

Cawapres Luar Jawa

Upaya memenangkan Pilpres tentu merupakan tujuan dari kontestasi politik. Namun persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga. Dalam sejarah pergerakan pemuda, perjuangan kemerdekaan, hingga menjadi negara merdeka dan memiliki presiden dan wakil presiden, keterwakilan Nusantara menjadi konsensus bersama.

Kepemimpinan nasional pertama, Soekarno dari Jawa, Mohammad Hatta dari Sumatera. Tentu itu bukan karena kebetulan. Pasti telah melalui berbagai percakapan intensif dari para pendiri bangsa.

Di masa Orde Baru pun, Presiden Soeharto dari Jawa, pernah didampingi Wakil Presiden Adam Malik dari Sumatera dan Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie dari Sulawesi.

Sewaktu Presiden Megawati Soekarnoputri dari Jawa, Wakil Presiden Hamzah Haz dari Kalimantan. Presiden SBY dan Presiden Joko Widodo pada masing-masing periode pertama, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dari Sulawesi.

Berdasarkan fakta tersebut, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KoRaN) Sutrisno Pangaribuan merasa sangat tepat jika Capres Ganjar Pranowo disandingkan dengan cawapres dari luar Pulau Jawa.

Pilpres satu putaran tersebut akan semakin pasti dengan kolaborasi Pasangan Nusantara. Calon presiden dari Pulau Jawa dan calon wakil presiden dari luar Pulau Jawa.

sumber | RELIS

Advertisement

Related posts

Leave a Comment