Mengenal Kampung Bawang Merah, Andalan Produksi dan Pengembangan Pertanian Di Samosir

Mengenal Kampung Bawang Merah, Andalan Produksi dan Pengembangan Pertanian Di Samosir
Advertisement

topmetro.news – Mengenal Kampung Bawang Merah, Upaya Pemerintah Kabupaten Samosir untuk  meningkatkan hasil produksi dan pengembangan pertanian serta peternakan pantas diberikan apresiasi yang cukup memuaskan . Kabupaten Samosir yang dikenal sebagai sentra pertanian ‘bawang merah’ kembali membuahkan hasil di kancah pertanian Indonesia.

Hal ini dibuktikan Bupati Samosir Vandiko T  Gultom bersama jajarannya terlebih Kadis Pertanian dan Peternakan Samosir Tumiur Gultom serta Pimpinan SKPD yang saling bahu-membahu melakukan kerjasama dengan semua pihak tidak terkecuali dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lewat Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut.

Melihat kinerja Bupati Samosir Vandiko T  Gultom  disektorperkembangan produksi hasil pertanian pada sector padi dan komoditi bawang merah yang kembali digalakkan Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir  membuahkan hasil yang memuaskan..

Dari data yang diperoleh bahwa  hasil panen bawang merah yang menjadi sentra andalan kelompok Tani Lomak, Desa Gorat Pallombuan ini mencapai hasil panen yang memuaskan  hingga melahirkan “Kampung Bawang Merah” Desa Gorat Pallombuan, pada Senin (21/11) lalu..

Panen bawang merah varietas biru Lancor yang ditanam kelompok tani Lomak diatas lahan 2,5 rante dengan bibit 100 kg, menghasilkan panen ubinan sebesar 3,4 ton. Sehingga untuk 1 ha lahan menghasilkan ubinan 30,4 ton/ha (19 kg/plot).

Berbicara mengenai ‘Kampung Bawang Merah ‘  kitaakan terbayang bawang Samosir yang  dulu terkenal dengan produksi hasil bawangnya,  kini bangkit lagi lewat kelompok tani dibawah kepemimpinan Bupati Vandiko Gultom yang konon akan mengembangkan lagi  kegiatan kampung bawang seluas 50 Ha.

Sentra pertanaman bawang, yang menjadi andalan pertanian Kabupaten Samosir ini akan difokuskan menjadi daerah/kawasan perkampungan bawang merah seperti kecamatan Palipi dan Simanindo.

Bahkan menurut Bupati Vandiko Gultom, untuk  tahun ini, Kementerian Pertanian mengalokasikan pemberian bibit untuk 40 ha lahan bawang merah. “Bibit ini dibantu Kementerian Pertanian atas usulan Pemkab Samosir dan disebarkan dalam 6 kecamatan dengan luas lahan 40 ha, jelas Vandiko yang diamini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tumiur Gultom..

Sementara untuk meningkatkan hasil panen, Pemkab Samosir terus melakukan sinergitas dengan Wakil Rakyat, Pemerintah Pusat dan Provsu terlebih dalam hal pemberian bibit “kampung bawang merah” di Kabupaten Samosir. Bahkan diakui mulai dari penanaman sampai panen difasilitasi kementerian, sehingga program ini sangat membantu dan membangkitkan kembali kejayaan bawang merah di Kabupaten Samosir. Dalam proses pemupukan, Tumiur menjelaskan, kelompok tani lomak menggunakan pupuk organik.

“Terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk kepada anggota DPR RI, Martin Manurung yang telah membantu dan berusaha untuk pengalokasian bibit bagi petani Samosir.Dengan bantuan ini, petani bawang merah dapat berkembang dan menghasilkan panen yang memuaskan” ucap Tumiur Gultom di sela-sela panen bawang belum lama ini.

Perlu diketahui bahwa tanaman bawang merah ini ada di 6 kecamatan kampung bawang tersebut diantarannya Nainggolan, Simanindo, Sianjur Mulamula, Palipi, Pangururan dan Sitio-tio.

Sementara Ketua Kelompok Tani Lomak, Togar Sinaga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, Pemkab Samosir atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Atas nama Kelompok Tani dan Masyarakat kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Pemkab Samosir. atas perhatian kepada petani,” katanya saat panen

Kedepan, Togar mengharapkan agar mereka kembali dibantu, bibit dan mesin pencacah kompos untuk pengolahan pupuk organik.

Bupati Serahkan Bantuan  Bibit dan Pupuk

Bupati Serahkan Bantuan  Bibit dan Pupuk

Untuk menunjang sektor pertanian Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST terus berupaya membantu para petani bahkan demikian juga dengan Anggota DPR RI .Belum lama ini Vandiko menyerahkan bantuan pemerintah berupa Bibit dan Pupuk yang bersumber dari APBD Samosir, APBD Provsu dan APBN TA. 2022. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir.

Hadir pada saat pemberian bantuan dari Tim Martin Manurung Center yakni Sahrochel M. Tamba bersama tim, Kadis Kominfo Samosir Immanuel TP. Sitanggang, Plt. Kadis Ketapang dan Pertanian Dr. Tumiur Gultom, SP, MP, para PPL Pertanian dan perwakilan Kelompok Tani penerima bantuan.

Plt Kadis Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir Dr. Tumiur Gultom, SP, MP dalam laporannya menyampaikan bantuan pertanian yang diserahkan adalah Benih Padi Non Hibrida sebanyak 12.500 Kg dan Dolomit sebanyak 336,9 Ton yang bersumber dari APBD Kab. Samosir TA. 2022. 900 Batang Bibit Cengkeh dan Pupuk NPK sebanyak 1.800 Kg bersumber dari dana APBD Provsu TA. 2022. Selanjutnya, ada Pupuk Hayati Cair sebanyak 320 L, Pupuk Organik Cair sebanyak 320 L, Pupuk NPK sebanyak 6.000 Kg yang bersumber dari dana APBN Ditjen Hortikultura TA. 2022 melalui koordinasi dengan Anggota DPR RI Martin Manurung.

Lebih lanjut, Tumiur menjelaskan bahwa penyerahan bantuan pertanian ini berupa bibit dan pupuk adalah dalam rangka upaya peningkatan produktifitas pertanian sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat, kususnya petani. Para Kelompok Tani penerima bantuan adalah poktan yang sebelumnya sudah memberikan ajuan dan pendampingan dari Dinas Ketapang dan Pertanian, termasuk penerima Bibit Cengkeh adalah kelompok tani yang daerahnya memiliki sejarah unggulan penghasil cengkeh, maka pemberian bantuan bibit cengkeh ini adalah untuk upaya revitalisasi dan replanting komoditas Cengkeh melalui pendampingan Dinas Ketapang dan Pertanian.

Dikesempatan yang samaBupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST menyebutkan bantuan yang diserahkan  bersumber dari dana APBD Samosir, APBD Provsu dan APBN Kementerian Pertanian berkat pendampingan dari Anggota DPR RI Martin Manurung.

“Inilah bentuk sinergitas yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang selama ini kami bangun. Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI Martin Manurung bersama tim, yang telah melakukan pendampingan sehingga bantuan ini dapat kita terima,”terangnya.

Kepada Kelompok Tani penerima bantuan berharap agar bantuan ini disampaikan kepada seluruh anggota kelompok dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan sampai memperjual belikan.

Dirinya menyampaikan bahwa bantuan ini akan tetap dimonitoring melalui Dinas Ketapang dan Pertanian.

“Saya minta kepada petugas PPL agar sungguh-sungguh mendampingi kelompok tani dalam melaksanakan budidaya untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan pertanian di Kabupaten Samosir, sehingga tercapai peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Vandiko.

Sementara Ketua Kelompok Tani Satolop Desa Tamba Dolok, Sahat Rajagukguk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Samosir, Pemprovsu, Pemerintah Pusat dan juga kepada Anggota DPR RI Martin Manurung beserta tim atas segala upaya sehingga penyerahan bantuan ini dapat terlaksana.

“Terima kasih telah memperjuangkan kami para petani.Kami siap mendukung seluruh program yang dilaksanakan oleh pemerintah khususnya dalam bidang pertanian,” katanya.

Monitoring Lahan Kawasan Pertanian Terpadu

Monitoring Lahan Kawasan Pertanian Terpadu

Di tahun 2022,  Bupati Samosir Vandiko melakukan  pertemuan dengan Menteri Pertanian RI terkait  monitoring lahan rencana pembangunan kawasan pertanian terpadu di Desa Hariara Pintu- Kecamatan Harian, 08/06.

Kawasan pertanian terpadu itu ditata diatas lahan 2.650 ha, tahap awal 650 ha, dan dibagi dalam 3 bagian.Bagian pertama seluas 150 ha, yang berada di Desa Hariara Pintu dan sudah disetujui Menteri Pertanian.

Bupati Samosir secara langsung meninjau lokasi tersebut guna memastikan keberadaan lahan tidak melanggar aturan kehutanan/ kawasan hutan lindung.

Dikatakan, penataan kawasan pertanian terpadu merupakan salah satu langkah dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Kawasan pertanian terpadu akan menjadi contoh dalam pengelolaan lahan skala luas menggunakan teknologi pertanian.

Bupati Samosir menambahkan, kelengkapan administrasi lahan penataan kawasan pertanian terpadu sudah dilaksanakan pada bulan Agustus 2022  kepada Menteri Pertanian, penataan kawasan pertanian terpadu sudah dimulai.

Pertanian terpadu di Kabupaten Samosir dilaksanakan secara bertahap.
Pertanian terpadu ini akan dikelola kelompok tani yang akan ditanami ubi Jepang. Untuk produksi sudah tersedia off taker untuk menampung dengan kapasitas 25 ton per hari. Selain itu, juga akan ditanam sere wangi dan kentang sesuai permintaan off taker yang sama. Selain itu, beberapa tanaman lain seperti bawang merah akan ditanam.

Kampung Bawang Merah, Jaringan Irigasi Air Tanah Pendukung Kawasan Pertanian Terpadu

Jaringan Irigasi Air Tanah Pendukung Kawasan Pertanian Terpadu

Berbagai gebrakan untuk meningkat di sektor pertanian Bupati Samosir Vandiko T Gultom didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tumiur Gultom, Pimpinan SKPD dan Camat Harian meletakkan batu pertama jaringan irigasi air tanah untuk mendukung kawasan pertanian terpadu di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian pada Kamis (17/11).

Sinergitas baik Bupati Samosir melalui Dinas Ketapang dan Pertanian dalam mendukung pertanian di Kabupaten Samosir membuahkan hasil, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Direktorat Irigasi Kementerian Pertanian RI mengucurkan Dana pengembangan pertanian yang bersumber dari APBN untuk tiga kelompok tani yaitu Kelompok Tani Seoulina, Dosroha dan Satahi Saoloan.

Dalam laporannya Tumiur Gultom menyampaikan pelaksanaan kegiatan pembangunan jaringan irigasi air tanah guna mendukung kawasan pertanian terpadu dengan cara membangun sumur sebanyak 15 unit dengan kedalaman 5 meter yang dilengkapi dengan 1 unit mesin pompa air dan selang air sepanjang 200 meter, 5 unit sumur untuk masing-masing kelompok tani yang di kerjakan secara swakelola. “Sumur tersebut merupakan sumber air bagi tanaman komoditi kentang, ubi, kol dan cabai yang ada di kawasan pertanian terpadu,” ujar Kadis Ketapang dan Pertanian.

Krisis Pangan Global

Krisis Pangan Global

Bupati Samosir dikesempatan itu  menyampaikan bahwa krisis pangan global telah mengancam dunia akan tetapi hal ini akan menjadi peluang bagi Negara yang telah mempersiapkan ketahanan pangan dengan baik. Menanggapi hal tersebut Pemkab Samosir telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor 254 Tahun 2022 tentang Penetapan Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian. “Dengan terbitnya Surat Keputusan tersebut, Kementerian Pertanian RI telah memberikan bantuan dana pembangunan irigasi air tanah yang akan di bangun pada lahan seluas 150 Ha pada tahap pertama,” ujar Bupati.

Selanjutnya disampaikan Bupati Samosir bahwa penataan kawasan pertanian terpadu merupakan salah satu langkah dalam peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi contoh dalam pengelolaan lahan skala luas menggunakan teknologi pertanian. “sistem pertanian terpadu bukan hanya sektor pertanian biasa, namun akan dipadukan dengan sektor perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata dan sektor lainnya untuk meningkatkan hasil produktifitas dan kesejahteraan masyarakat petani,”  pungkas Bupati.

Selain itu juga menurut vandiko untuk menghadapi dan mencegah krisis pangan (Inflasi Pangan) yang sudah berdampak secara nasional, Pemerintah Kabupaten menerapkan Urban Farming (usaha pertanian di perkotaan) dimulai dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui Urban Farming ditandai dengan pembagian bibit cabai kepada seluruh OPD di Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir melalui Kadis Ketapang dan Pertanian, Tumiur Gultom bersama perwakilan BI Sibolga, Mustafa memberikan bibit cabai sebanyak 3.750 batang kepada masing-masing penerima. Tumiur menjelaskan, bantuan bibit cabai tersebut merupakan kerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga.Selain bibit, juga disediakan pupuk kompos dan polibeg sebagai media tanam.

Sementara itu, Mustafa dari Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, menyampaikan kerjasama dengan Pemkab Samosir untuk menanam cabai dalam rangka mewujudkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Indonesia.GNPIP yang diinisiasi Bank Indonesia mengoptimalkan Sumber Daya Alam.

(Adv)

Advertisement

Related posts

Leave a Comment