Abaikan Konfirmasi Soal Kutipan Bersih Narkoba, Humas Politeknik Medan Dinilai Lecehkan Wartawan

Humas merupakan garis depan yang akan bersentuhan langsung dan juga sebagai jembatan antara perusahaan atau instansi dengan masyarakat. Dalam hal ini juga termasuk untuk menjawab pertanyaan publik terkait aktivitas kegiatan di Politeknik Medan (Polmed) Sumut.

topmetro.news – Humas merupakan garis depan yang akan bersentuhan langsung dan juga sebagai jembatan antara perusahaan atau instansi dengan masyarakat.

Dalam hal ini juga termasuk untuk menjawab pertanyaan publik terkait aktivitas kegiatan di Politeknik Medan (Polmed) Sumut.

Namun sikap yang ditunjukan Humas Polmed Medan Sinta Bangun menimbulkan asumsi negatif penuh dengan tanda tanya. Ada apa di dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan bersih narkoba dengan kutipan Rp375 ribu per mahasiswa tersebut, sehingga pihaknya tidak memberikan keterangan apa pun kepada awak media.

Terkait berita yang beredar di media online perihal dugaan korupsi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan bersih narkoba untuk mahasiswa baru TA 2024-2025, di Gedung Serba Guna, Polmed, Kamis (4/7/2024) lalu, bekerja sama dengan BNNK Deliserdang.

Sebagai kontrol sosial dan berdasarkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), awak media mempertanyakan besaran biaya yang ditetapkan kepada mahasiswa baru sebesar Rp375.000, karena diduga sarat dengan pungli.

Sementara itu, Kepala BNN Deli Serdang Kombes Endang Hermawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya kemarin mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Medan tersebut merupakan kegiatan deteksi dini terhadap pencegahan peredaran narkoba di kalangan mahasiswa.

“Deteksi dini. Yaitu di mana BNN bekerjasama dengan lembaga/instansi melalui proses surat permohonan. Di dalam deteksi dini tidak ada pembiayaan, sehingga tidak terjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” sebut Endang.

Dalam hal pembiayaan, lanjutnya ditanggung pihak pemohon. BNN hanya melaksanakan tugas untuk memeriksa peserta dan melaporkan hasilnya dalam satu surat kepada pemohon.

“Pelaksanaan deteksi dini dilaksanakan secara transparan. Sehingga menutup kemungkinan peserta test melakukan praktik kecurangan dalam pengambilan sampel. Dalam hal deteksi dini, BNN melaksanakan test secara langsung di tempat/kantor lembaga/instansi pemohon sesuai SOP menurut Perka BNN Nomor 5 Tahun 2021,” ujar Endang

Saat disinggung terkait ada biaya yang dibebankan pihak Politeknik kepada para mahasiswa/i, Endang menjawab, jangan ditanya kepadanya. “Jangan tanya ke saya. Tanyakan langsung ke Politeknik Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya Sinta Bangun selaku humas saat dikonfirmasi di ruangannya, Jumat (5/7/2024) lalu, mengaku, akan menyampaikan pertanyaan para wartawan kepada atasannya dan menginformasikan kembali dalam waktu secepatnya.

Anehnya sampai, Rabu (10/7/2024), Sinta sepertinya bungkam saat dihubungi, walaupun diketahui posisi telepon selularnya dalam keadaan aktif. Kemudian disambangi ke Polmed tapi tidak berada di tempat.

“Humas Polmed dinilai tidak profesional dan terkesan melecehkan profesi wartawan yang tugasnya dilindungi UU Pers dan KEJ dengan melakukan konfirmasi untuk keseimbangan pemberitaan,” ujar salah seorang wartawan yang kecewa dengan sikap Sinta.

Seharusnya, lanjut wartawan tersebut, kalau memang Sinta tidak bisa mau menjawab konfirmasi, tidak seharusnya mengabaikannya atau tidak bersedia menerima wartawan untuk datang.

“Dengan sikapnya itu, malah menimbuilkan dugaan, bahwa memang ada sesuatu dan Sinta mengetahuinya, namun menutupi kejadian sebenarnya, sehingga menimbulkan pertanyaan besar,” ujarnya.

“Kita akan membuka selebar-lebarnya dugaan pungli di Polmed dan melaporkannya ke APH dan kejaksaan. Kita minta pihak USU atau pihak Polmed sendiri secepatnya menonaktifkan Sinta sebagai humas, karena dinilai tidak aspiratif dan menganggap remeh suatu persoalan,” tegasnya.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment