topmetro.news, Taput – Peristiwa yang terjadi di depan Kantor Kepala Desa Sigurunggurung Kecamatan Pahae Jae, Sabtu (11/4/2026) lalu, ternyata bukan pemukulan dan pengeroyokan.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Sumitro Sitompul, kepada wartawan, Senin (13/4/2026), di Kompleks Perkantoran Inspektorat Taput, Tarutung.
Sumitro tegas membantah informasi yang beredar di medsos, bahwa JP (yang kabarnya adalah wartawan), sekira pukul 01.00 WIB, dipukuli dan dikeroyok anak dan kepala desa. Ia menerangkan, bahwa dirinya dan anaknya tidak ada memukul ataupun melakukan pengeroyokan kepada JP.
Menurut Sumitro, saat anaknya berdebat (adu mulut) dengan JP, ia diam saja. “Sementara adu mulut itu berujung JP mendorong anak saya, seperti mengajak untuk berkelahi,” sebutnya.
Tidak Melawan
Kades Sigurunggurung yang ditemui wartawan saat memenuhi panggilan Inspektorat terkait informasi itu mengatakan, ia sama sekali tidak melakukan perlawanan.
“Saya sama sekali tidak ada melawan ataupun melontarkan kata-kata kotor ataupun mengancam JP. Justru dia saat datang ke lokasi kantor desa hendak mau menabrak saya pakai sepeda motornya dan bilang tidak kenal dengan saya selaku kepala desa,” ucapnya.
Sumitro juga merasa heran, kalau disebut JP babak belur mereka keroyok. “Itu bohong dan hoaks. Dia sendiri yang terjatuh ke aspal karena dikejar anak sampai ke jalan raya. Anak saya tidak terima JP melecehkan saya dengan ucapan kasar. Makanya anak saya seperti tersinggung, apalagi ditantangi JP untuk berkelahi,” sebut Kades.
Ia menambahkan, saat anaknya mengejar JP, anaknya dan dia juga terjatuh, sehingga mengalami memar di siku tangannya untuk menghindari JP supaya tidak terjatuh lagi akibat terpeleset.
“Saat berbicara dengan saya, aroma nafas JP berbau alkohol. Makanya saya tidak ada sedikit pun melayani ucapan kasar dan kotornya yang cukup menghina pribadi saya,” ujarnya.
Kebenaran
Kades Sigurunggurung Sumitro merasa bersyukur dapat bertemu wartawan. “Jadi di sini di hadapan teman-teman media, saya sampaikan dari hati dan kebenaran yang dalam, kalau saya atau kami tidak ada melakukan pengeroyokan kepadanya. Dan anehnya, kok malah saya yang dilaporkan atas tindakan pemukulan dan pengeroyokan, sementara saya dan anak saya serta disaksikan teman anak saya dan istri saya tidak ada lalu tangan sama JP,” urai Kades.
Ia pun berharap, agar aparat penegak hukum di Kabupaten Tapanuli Utara bisa lebih cermat dan melihat alur persoalan dan kejadian yang sebenarnya. “Dan saya pun tidak tinggal diam nantinya. Kalau saya sudah dilaporkan ke polisi, maka saya juga akan membuat laporan atas pencemaran nama baik kepada saya selaku kades dan dituding melakukan pengeroyokan,” tutupnya.
reporter | Jansen Simanjuntak

