topmetro.news, Medan – Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra, berharap tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan, ‘Medan Tangguh, Maju untuk Semua’, tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pemerataan pembangunan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Menurut politisi Partai Golkar itu, masih terdapat kesenjangan pembangunan di sejumlah wilayah, khususnya Medan Utara, yang hingga kini masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas.
“Kita berharap ‘Medan Tangguh, Maju untuk Semua’ tidak hanya sekadar tagline. Pemko Medan harus mampu merealisasikannya sehingga kemajuan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Kota Medan,” ujar Hadi Suhendra, Rabu (1/7/2026).
Ia menilai masyarakat di wilayah Medan Utara, terutama Kecamatan Medan Belawan, masih belum menikmati hasil pembangunan secara merata. Padahal, pembangunan di sejumlah kawasan lain di Kota Medan dinilai berkembang cukup pesat, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Masih banyak masyarakat di Medan Utara yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini menjadi bukti bahwa manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata,” katanya.
Hadi menegaskan, persoalan kemiskinan, tingginya angka pengangguran, hingga kriminalitas di kawasan Medan Utara harus menjadi prioritas Pemerintah Kota Medan jika ingin mewujudkan visi pembangunan yang inklusif.
Menurutnya, pemerataan pembangunan harus dilakukan dengan mempercepat pembangunan di wilayah yang masih tertinggal agar seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati hasil pembangunan.
Selain itu, Hadi mengingatkan agar peringatan HUT ke-436 Kota Medan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen membangun kota yang lebih adil dan sejahtera.
“Di usia ke-436 ini, Kota Medan harus semakin mandiri secara fiskal. Pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan politik. Yang terpenting, kemajuan itu harus dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali,” pungkasnya.
reporter | Thamrin Samosir

