topmetro.news, GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gorontalo meluncurkan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan pendidikan, kesehatan, sembako dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (15/9/2026) tersebut dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama istri, Ny. Maryam Sofyan Puhi, selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Sanco Simanullang, pimpinan Bank Muamalat, BSI dan BRI Gorontalo, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan OPD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, para camat, kepala desa dan lurah, serta masyarakat penerima manfaat dan para pengrajin.
Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo, Sukri I. H. Moonti, SH, MH mengatakan program UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pemberdayaan dan pendampingan.
“BAZNAS memberikan pendampingan kepada 50 orang pengrajin yang merupakan mustahik. Harapannya, mereka dapat meningkatkan kemampuan, produktivitas dan pendapatan sehingga secara bertahap dapat menjadi lebih mandiri,” ujar Sukri.
Dalam kegiatan tersebut juga disalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan pendidikan, kesehatan dan sembako.
Bupati: Coverage BPJS Ketenagakerjaan Akan Terus Ditingkatkan
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi memberikan apresiasi terhadap program BAZNAS sekaligus sinergi yang dibangun bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja.
Ia menilai program tersebut sangat luar biasa karena bantuan kepada masyarakat tidak hanya diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar, tetapi juga dilengkapi dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Ini luar biasa. Insya Allah kepesertaan dan coverage BPJS Ketenagakerjaan akan terus kita tingkatkan,” ujar Sofyan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo yang secara konsisten memberikan bantuan kepada masyarakat setiap bulan.
Menurutnya, sasaran utama BAZNAS adalah masyarakat fakir dan miskin. Karena itu, ia menekankan pentingnya pemutakhiran dan pengaturan data masyarakat penerima manfaat berdasarkan desil kesejahteraan, sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Yang dapat dari BAZNAS adalah fakir dan miskin. Namun negara sudah mengatur berdasarkan desil. Karena itu, penting data desil ini diatur dan diperhatikan oleh Dinas Sosial,” jelasnya.
Apresiasi untuk BPJS Ketenagakerjaan
Sofyan juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Sanco Simanullang yang dinilainya konsisten memperluas perlindungan bagi pekerja.
“Terima kasih kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan yang terus konsisten memberikan perlindungan kepada masyarakat kita.”
Menurut Bupati, perlindungan tersebut sangat penting karena menyentuh masyarakat kecil dan pekerja informal, termasuk para pelaku UMKM dan pengrajin.
Ia mencontohkan pekerja seperti penjual keripik yang dengan iuran yang relatif terjangkau sudah memperoleh manfaat perlindungan jaminan sosial yang besar.
“Bayangkan, iurannya hanya **Rp16.800**, tetapi mendapatkan perlindungan sampai **Rp42 juta**. Ini sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Karena itu, Bupati meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan untuk terus mengkampanyekan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Saya minta camat, lurah dan kepala desa terus mengkampanyekan Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.”
Ketua DPRD Ajak Masyarakat Sisihkan Penghasilan untuk BAZNAS
Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira juga mengajak masyarakat untuk memperkuat peran BAZNAS melalui zakat, infak dan sedekah.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki penghasilan untuk menyisihkan sebagian pendapatannya melalui BAZNAS sehingga dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Mari kita sisihkan sedikit dari gaji dan pendapatan kita untuk BAZNAS. Dari sedikit yang kita sisihkan itu, insya Allah akan menjadi manfaat yang besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Zulfikar.
Zulfikar juga memberikan apresiasi terhadap program BAZNAS yang tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi mulai diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyapa Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Sanco Simanullang yang dinilainya energik dalam mendorong perluasan perlindungan pekerja.
50 Mustahik Pengrajin Diberdayakan dan Dilindungi
Program UMKM BAZNAS Kabupaten Gorontalo memberikan pendampingan kepada 50 orang pengrajin mustahik*/. Program tersebut diarahkan agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Pada kegiatan yang sama, para mustahik juga mendapatkan akses perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Kolaborasi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan perlindungan sosial.
BAZNAS berperan dalam pemberdayaan melalui zakat, infak dan sedekah, sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko yang dihadapi pekerja.
Sinergi tersebut melibatkan pemerintah daerah, BAZNAS, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan.
Penulis| Erris

