You are here
Sablon Nama Jokowi di Pesawat, Nasdem tak Akan Sodorkan Cawapres Nasional 

Sablon Nama Jokowi di Pesawat, Nasdem tak Akan Sodorkan Cawapres

topmetro.news – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi menyebutkan pihaknya tidak ingin mengajukan calon wakil presiden (cawapres) untuk Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengatakan, pihaknya hanya memberikan Jokowi berupa sablonan pesawat tanpa ada embel-embel lain. Hal tersebut, katanya, berbeda dengan partai lainnya.

“NasDem tidak ikut-ikutan memberikan nama wapres. Dengan rasa bangga, saya mengatakan hanya Ketua Umum NasDem saja yang menyablon pesawatnya untuk Pak Jokowi tanpa embel-embel lain. Jadi kami tidak ada sama sekali ingin mengajukan wapres,” ujar Taufiqulhadi di Gedung DPR, Rabu (18/4/2018).

Ia mengatakan, hal tersebut bukan karena Partai NasDem menyadari bahwa elektabilitas mereka kecil. Namun pihaknya hanya melihat di negeri ini ada tokoh yang bagus kemudian pihaknya ikut mendukung.

Jokowi Jangan Tersandera

Menurutnya, orang yang didukung Partai NasDem tidak harus selalu orang dalam dari partai asuhan Surya Paloh tersebut. Sebab dari dalam partai, katanya, memang belum ada tokoh yang mencukupi untuk bisa maju menjadi presiden.

“Cuma tidak perlu kemudian kita membuat presiden kesulitan karena banyak yang diajukan. Masing-masing mengajukan hingga membuat Beliau menjadi tersandera. Jadi ya lepas saja, kalau memang itu ada komunikasi kepada NasDem, pasti akan mendukung,” terangnya.

Kendati pihaknya pernah mengundang mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam sebuah acara resmi Partai NasDem, tetapi pihaknya tidak pernah berbicara posisi apa pun dengannya.

PKB Legawa

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid menyebutkan, tidak akan mempermasalahkan jika Joko Widodo (Jokowi) akan memilih calon wakil presiden (cawapres) dari partai lain dan bukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Pasalnya, selain Cak Imin, nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga kerap digadang-gadang untuk menjadi cawapres Jokowi.

“Itu tergantung Pak Jokowi (pilih cawapres). Ketika Golkar dulu tidak bersama Pak Jokowi tiba-tiba jadi yang pertama (mendukung) itu haknya Golkar. Namun kami tetap menghargai itu dan kalau betul-betul tulus tanpa syarat mendukung Pak Jokowi (siapa pun cawapresnya), tidak ada masalah,” ujar Jazilul di Gedung DPR, Rabu (18/4/2018).

Pertimbangan Survei

Namun dari hasil survei salah satu lembaga survei yang baru saja dirilis, yakni Media Survei Nasional (Median), Jokowi mendapatkan elektabilitas tinggi apabila dipasangkan dengan Cak Imin. Menanggapinya, anggota Komisi III DPR ini mengatakan, pihaknya akan terus bekerja dan apa pun hasil survei, Cak Imin tetap akan didorong menjadi cawapres Jokowi.

PKB saat ini juga disebutkannya memiliki posisi sebagai pendukung Jokowi dengan terus memberikan support. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada kiai dan ulama tentang arah pembangunan negeri ini, termasuk tentang Jokowi sendiri.

Diketahui pada Selasa (17/4/2018) kemarin, Cak Imin diajak satu pesawat oleh Jokowi usai menghadiri acara Harlah ke-58 PMII di Bandung, Jawa Barat. Bahkan Cak Imin juga sempat berdampingan dengan Jokowi dalam mobil kepresidenan. Saat menaiki pesawat, Cak Imin sempat mengunggah foto selfie bersama Jokowi ke akun Instagram pribadinya.

Isu Islam

Menanggapi hal tersebut, politikus PKB, M Lukman Edy mengatakan jika momen tersebut merupakan progres yang baik walaupun Jokowi belum memberikan jawaban pasti. Namun dalam seminggu terakhir ini, katanya, ada perkembangan yang agak berbeda untuk PKB dan Cak Imin.

“Hal itu karena menguatnya isu-isu Islam yang saya kira membuat Pak Jokowi untuk mempertimbangkan sosok Cak Imin untuk jadi cawapres karena Cak Imin ini dinilai merepresentasikan mayoritas kalangan umat islam di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, daya tawar Cak Imin juga paling tinggi dibanding cawapres-cawapres yang lain. Alasannya karena hasil surveinya terus progresif, termasuk soliditas PKB yang dibuktikan dalam beberapa survei. Tidak hanya itu, kata Lukman, mesin Cak Imin untuk mendorongnya sebagai cawapres juga kencang. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

226 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment