You are here
Berencana Masuk PDIP? Ini Cerita Ruhut Soal Seragam PDIP Nasional 

Berencana Masuk PDIP? Ini Cerita Ruhut Soal Seragam PDIP

topmetro.news – Ruhut Sitompul diminta menjadi juru kampanye (jurkam) paslon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Ketika itu, beberapa politisi PDI Perjuangan menyiapkan seragam PDIP untuk Ruhut.

“Aku diminta jadi jurkam untuk Pak Djarot dan Pak Sihar. Kawan-kawan PDIP menyiapkan aku seragam. Diminta pakai, aku pakai dong,” kata Ruhut Sitompul saat dihubungi, Selasa (1/5/2018).

Ruhut menyatakan, dirinya masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat (PD). Walau begitu, ditegaskan, hubungannya dengan PDIP sangat baik. “PDIP itu enggak asing bagi aku, walaupun aku di partai lain. Keluargaku itu keluarga nasionalis, dari PNI,” ujarnya.

Pernah Bela PDIP

Dia menuturkan, dirinya pernah membela PDIP ketika pemilihan pimpinan DPR setelah Pemilu 2014. Saat itu, lanjutnya, PDIP diakali partai lain sehingga gagal menjadi pimpinan DPR.

“Aku protes waktu rapat paripurna sampai naik podium. PDIP ini kan partai pemenang. Mau ditunjuk Puan Maharani atau Pramono Anung apa salahnya?” tuturnya.

Dia juga mengaku dekat dengan mantan Ketua MPR, almarhum Taufiq Kiemas. Dikatakan, Taufiq banyak mengajarkan berpolitik.

Ditambahkan, dirinya juga dekat dengan istri Taufiq sekaligus Presiden Kelima RI dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Aku dengan Ibu Mega dekat, hubungan kami sangat baik. Dengan tokoh-tokoh PDIP lain juga dekat,” ungkapnya.

Ruhut Sitompul tak menyangka, jagat politik gempar sewaktu dirinya mengenakan seragam PDIP. “Enggak sangka. Ruhut ini apalah? Tapi rupanya sangat diperhitungkan,” ucapnya.

Berencana ke PDIP

Ruhut Sitompul juga menyebut, dia berencana masuk PDI Perjuangan. Menurutnya, PDIP sebagai partai nasionalis sejati tak asing baginya. “Ya kita lihatlah. Aku kan orang yang senang berorganisasi,” kata Ruhut.

Dia menuturkan, dirinya pernah diminta neneknya untuk menyiapkan daftar hadir rapat PNI. Kala itu, Ruhut mengaku masih duduk di sekolah dasar. “Jadi ya dengan warna merah (nasionalis) itu hubungan aku sangat baik. Karena itu, ketika disuruh pakai seragam PDIP, aku pakai,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Ruhut menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Sejumlah politisi PDIP menyiapkan seragam PDIP kepada Ruhut dalam kampanye.

“Kan mereka ajak aku kampanye. Kalau nanti dibilang ‘sudahlah Hut, kalau kau enggak ada partai lain, ikut kita (PDIP)’, ya kita ikut,” ujarnya.

PDIP Anti SARA

Dia memuji PDIP yang dinilainya penuh perjuangan. “Betul-betul partai sangat nasionalis, tidak mengenal SARA. Nah, itu yang aku senang dengan PDIP. Aku kan orangnya anti-SARA,” tegasnya.

Ruhut pun menganggap dirinya masih kader PD. Dia mengaku heran dengan pernyataan beberapa kader PD yang menyebut dirinya dipecat dari PD.

Ditegaskan, Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah memecatnya sebagai kader. “Tapi kalau dengan ini (pakai seragam PDIP), aku dipecat, ya nama aku makin besar,” tegasnya.

Ditambahkan, PD tak pernah melibatkan dirinya dalam setiap kegiatan. “Kalau mereka enggak fungsikan aku, lalu ada partai lain yang fungsikan, apa salahnya? Apalagi partai nomor 1, the ruling party,” imbuhnya.

Tak Ikut Pileg

Pada bagian lain, Ruhut Sitompul mengatakan, dirinya kemungkinan tidak maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Menurutnya, dua periode berkecimpung di DPR sudah lebih dari cukup.

“Gantian sama yang lain. Kalau pun aku maju, kalau disuruh maju. Baru aku iya. Kalau boleh biar orang lain saja,” katanya.

Dia tak ingin mengganggu kader-kader, baik PD maupun PDIP yang telah bekerja. “Mereka sudah kerja, biarlah. Kita harus legawa. Di hati semua pemimpin kadang-kadang kenapa ada gesekan? Karena tidak ada kata cukup,” ujarnya.

Satu hal yang pasti, dia menegaskan, akan mendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. “Aku sama Pak Luhut Binsar Pandjaitan, tergabung dalam relawan Bravo 5 untuk Pak Jokowi dua periode,” tandasnya. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

816 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment