You are here
Baskami Ginting: Pemko Medan Harus Relokasi Warga Bantaran Sungai Tokoh 

Baskami Ginting: Pemko Medan Harus Relokasi Warga Bantaran Sungai

topmetro.news – Kalangan anggota DPRD Sumut siap membantu Pemko Medan untuk merelokasi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Deli dan Babura agar terhindar dari banjir.

Penegasan itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kepada topmetro.news, hari ini (8/11/2018) menanggapi persoalan banjir yang menjadi langganan di Kota Medan dikala musim penghujan tiba.

Menurut Baskami, masalah relokasi ini sebenarnya jauh sebelumnya sudah pernah dibahas dalam rapat dengar pendapat antara Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Dinas PU Kota Medan, Bappeda Medan, dan Perwakilan Warga khususnya Citra Wisata dengan Komisi D DPRD Sumut yang mana pihak pemerintah pusat melalui BWSS siap membantu Pemko Medan untu merelokasi warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Deli dan Babura guna untuk menormalisasi sungai .

Politikus PDI P Sumut ini juga mengutarakan kalau untuk merelokasi rumah penduduk harus dilakukan secara manusiawi dan penuh kewajaran, karena pihak BWSS juga menginginkan sepanjang bantaran sungai juga harus bersih, artinya, ada kata kesepakatan yang harus diambil untuk kelangsungan hidup warga.

“Komisi D DPRD Sumut sudah komit menanggulangi masalah banjir kota Medan, tapi jangan terkotak-kotak atau hanya untuk wilayah tertentu tapi harus secara menyeluruh . Kita bisa bicarakan bersama-sama kepada Bappenas di Jakarta agar rencana relokasi dapat terlaksana,” ujarnya.

Sediakan Tempat Relokasi

Jika menormalisasi sungai, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Pemko Medan harus memindahkan warga secara manusisawi dengan menyediakan tempat relokasi agar tidak menimbulkan persoalan. Dalam hal ini juga Pemko Medan harus duduk bersama dengan pihak BWSS serta tidak menganaktirikan warga yang akan dipindahkan.

Baskami juga mengungkapkan ada warga Kompleks Citra Wisata Gedung Johor meminta agar Sungai Babura yang ada disepanjang perumahan dilakukan pengerukan karena kondisi sungai sudah terjadi pendangkalan setinggi 70 meter.

Untuk itu lanjut Baskami harus dilakukan pengerukan di hilir dari muara bukan dari hulunya. Karena jikalau dilakukan pengerukan dari hulunya maka tidak akan mempengaruhi upaya penanggulangan banjir.

“Kalau ,mau dilakukan pengerukan harusnya dari hilir,” ujar Baskami.

Sementara secara terpisah Kasi program BWSS II, Herbet Sihite mengatakan, kurang mendukung. Karena menurutnya kalau mau dilakukan pengerukan harus dilakukan dari hilir sungai bukan dari hulu.

Normalisasi Air Sungai

“Kalau dari hulu dikeruk tidak ada pengaruhnya tapi kalau digali dari muara/hilir maka otomatis air dihulu akan tertarik. Kalau masalah normalisasi air sungai kita sudah siap tinggal menunggu pembersihan bantaran sungai,” kata Herbet.(TM/Erris)

135 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment