You are here
Ahok, Antara Ketum PSSI dan Jaksa Agung Tokoh 

Ahok, Antara Ketum PSSI dan Jaksa Agung

topmetro.news – Menjelang kebebasannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin menjadi bahan pembicaraan. Baik di dunia maya maupun di alam nyata, mantan Gubernur DKI itu menjadi bahan pembahasan sehari-hari.

Salah satu topik pembahasan yang paling hangat adalah, apa yang akan dikerjakannya, selepas dari penjara nanti. PDIP Perjuangan sendiri pun disebut-sebut, akan memberikan jabatan strategis kepadanya. Mereka (PDIP-red), katanya, tinggal menunggu pernyataan mantan suami Veronica itu, apakah benar akan bergabung.

Tidak ketinggalan para penggemar sepakbola tanah air, juga turut menyebut nama mantan Bupati Belitung Timur itu dalam perbincangan mereka. Apalagi di tengah situasi persepakbolaan nasinal yang sedang menjadi sorotan, terutama karena kasus dugaan pengaturan skor.

Lantas nama ayah dari Nicholas Sean, Nathania Berniece, dan Daud Albeenner itu pun dihubung-hubungkan dengan PSSI. Banyak netizen menilai, bahwa karakter kepemimpinan Ahok pantas menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menggantikan Edy Rahmayadi.

Para netizen yakin, dengan ketegasan dan ketulusannya, Ahok akan mampu menggerakkan roda organisasi PSSI. Dengan demikian, PSSI akan mampu ‘menggeliat’ di tengah keterpurukan saat ini. Yakni, minim prestasi tapi banyak sensasi (kasus dugaan pengaturan skor).

BACA JUGA: PDIP Siapkan Posisi Khusus Buat Ahok?

Ahok ke Luar Negeri

Namun, PDIP punya pandangan tersendiri. Menurut parpol berlambang banteng ini, mantan anggota DPR RI itu lebih pantas menjadi Jaksa Agung.

“Kalau saya cenderung Pak Ahok jadi Jaksa Agung. Pak Ahok cocok, dia tegas konstitusi,” kata salah seorang politisi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi.

Salah satu alasan Ketua DPRD DKI ini adalah, melihat kepemimpinan Ahok di DKI Jakarta. “Kita melihat kinerja dia di DKI. Ya mudah-mudahan saja ada pikiran lain,” ujar Prasetyo di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019).

Prasetyo yang mengaku baru membesuk di Mako Brimob itu juga mengungkapkan, bahwa mantan wakil Jokowi di DKI itu sudah memiliki sejumlah rencana saat bebas nanti. Disebutkannya, alumni Universitas Tri Sakti Jakarta itu ingin pergi ke luar negeri.

“Dia juga banyak rencana-rencana untuk bagaimana nanti setelah dia ke luar. Setelah ke luar (tahanan – red), dia akan berangkat ke luar negeri,” kata Prasetyo.

Kata Pras, ada beberpa negara yang akan dikunjungi oleh Ahok, di antaranya Jepang dan Selandia Baru. Selain itu ada beberapa negara di Eropa yang masuk dalam daftar kunjungan mantan kader Golkar dan Gerindra itu.

“Dia diundang beberapa negara untuk sebagai narasumber. Selandia Baru, Jepang. Pokoknya dia juga keliling Eropa,” tutup Pras.

Sebagaimana diketahui, Ahok akan bebas dari penjara tanggal 24 Januari 2019 nanti. Dia divonis dua tahun penjara oleh PN Jakarta Utara dengan dakwaan Pasal 156 Huruf a KUHP tentang penodaan agama.

sumber: bentengsumbar.com

310 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment