You are here
Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung Bebas, Abangnya Diganjar 2 Tahun Kota Medan 

Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung Bebas, Abangnya Diganjar 2 Tahun

Advertisement

topmetro.news – Mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung dalam sidang lanjutan, Selasa (5/3/2019), di PN Medan, akhirnya divonis bebas. Sedangkan atas nama terdakwa Amirsyah Tanjung, abang kandung Sukran, divonis pidana dua tahun penjara. Abang beradik tersebut sebelumnya dijerat pasal penipuan berkedok akan diberikan pengerjaan proyek.

Majelis hakim diketuai Erintuah Damanik SH dalam amar putusannya menyatakan, berdasarkan fakta-fakta terungkap di persidangan, unsur tindak pidana penipuan sebagaimana didakwakan penuntut umum terhadap Sukran Tanjung, tidak terbukti.

Tidak satu pun saksi yang dihadirkan di persidangan membuktikan aliran dana yang diterima dari saksi korban Josua Marudut Tua Habeahan melalui Umar Hasibuan sampai kepada terdakwa Sukran Jamilan Tanjung.

Karena terdakwa diyakini tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan tereebut, maka harkat dan martabat terdakwa dikembalikan.

Sementara atas nama terdakwa Amirsyah Tanjung, majelis hakim berkeyakinan unsur pidana penipuan yakni Pasal 378 KUH Pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum, telah terbukti.

Baik Sukran Tanjung maupun abangnya Amirsyah Tanjung sebelumnya dituntut pidana masing-masing tiga tahun penjara. Menyikapi vonis dua tahun penjara tersebut Sutan SH selaku penasihat hukum Amirsyah menyatakan, pikir-pikir.

Pengerjaan Proyek

Sesuai dakwaan penuntut umum Kadlan Sinaga SH, perkara ini bermula pada Januari 2016. Ketika itu, terdakwa Amirsyah menawari saksi korban Josua Marudut Tua Habeahan proyek pekerjaan rehabilitasi puskesmas. Dia meminta ‘uang administrasi’ Rp450 juta.

Sesuai petunjuk Amirsyah, pada 27 Januari 2016, Josua menyuruh adiknya mentransfer Rp375 juta. Sisanya Rp75 juta diserahkan tunai pada Februari 2016.

Namun proyek rehabilitasi puskesmas bernilai Rp5 miliar yang dijanjikan Amirsyah Tanjung tak juga ada. Pada Januari 2017, Josua kembali menanyakan proyek itu dan uang yang sudah diberikannya. Amirsyah langsung menghubungi Sukran melalui ‘hand phone’.

Melalui HP, Josua sempat berbicara langsung dengan Sukran yang ketika itu masih menjabat Bupati Tapteng. Dia meminta Josua bersabar karena sedang mencari pinjaman untuk mengembalikan uangnya.

Akibat perbuatan Amirsyah dan Sukran, Josua mengalami kerugian sebesar Rp450 juta. Korban lalu mengadu ke Polda Sumut.

reporter | Robert Siregar

1.001 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment