You are here
Desak Pemilihan Ulang, Masyarakat Nisel Blokir Jalan Daerah 

Desak Pemilihan Ulang, Masyarakat Nisel Blokir Jalan

topmetro.news – Menuntut dilakukan pemilihan ulang, sebanyak kurang lebih 300 warga Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan, melakukan pemblokiran jalan, Selasa (14/5/2019), sekira pukul 09.30 WIB. Penghadangan dilakukan di Jembatan Geba Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan.

Tak lama kemudian, sekira pada pukul 10.00 WIB, personil Polres Nias Selatan tiba di TKP. Mereka menemukan adanya penghadangan jalan dengan menumbangkan pohon kelapa yang ditebang di jalan. Sehingga kendaraan baik dari Gunung Sitoli maupun dari Teluk Dalam tidak bisa lewat.

Sekira pukul 11.00 WIB, masyarakat Kecamatan Toma kembali ke arah Jembatan Geba dan melakukan penghadangan jalan menggunakan truk. Mereka juga membakar ban di jalan arah masuk jembatan, sehingga terjadi kemacetan lalu lintas.

Tidak sampai disitu saja, sekira pukul 12.30 WIB, masyarakat kembali melakukan aksi dengan memotong seekor babi. Kemudian membakarnya di jembatan. Sehingga membuat kemacetan semakin parah.

Tuntutan Warga Kecamatan Toma

Suasana pemblokiran jalan, Selasa (14/5/2019), sekira pukul 09.30 WIB. Penghadangan dilakukan di Jembatan Geba Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan | topmetro.news

Aksi penghadangan jalan oleh masyarakat Kecamatan Toma bertujuan meminta kepada pihak KPU agar melakukan pemilihan ulang se-Dapil V. Dan bukan hanya di Kecamatan Toma. Kalau hanya di Kecamatan Toma, masyarakat tidak mau menerimanya dan siap untuk mati.

Aksi penghadangan menggunakan truk yang sengaja dipalang di Jembatan Geba Hilisataro Kecamatan Toma. Tampak juga sejumlah spanduk di lokasi aksi tersebut.

Ada pun tuntutan masyarakat adalah, menyerukan agar seluruh kotak suara se-Dapil V dibuka. Ditegaskan, jika membuka kotak suara hanya di Kecamatan Toma, sama halnya memicu keributan di tengah masyarakat. “Dan kami masyarakat Kecamatan Toma tidak memerima,” kata mereka.

Mereka juga minta berbagai pihak untuk tidak mengotori pesta demokrasi yang diprakarsai kepentingan titipan Bawaslu di Nias Selatan. Bahkan mereka menyebut nama seseorang dalam aksi itu.

“Bawaslu Provinsi Sumut atas nama Safrida lubis adalah biang kerok atas kericuhan Pileg yang ada di Kabupaten Nias Selatan. Kami meminta copot Safrida Lubis Pak DKPP RI,” kata mereka.

“Dengan itu kami meminta kepada pihak KPU dan Bawaslu agar membuka kotak suara dan melakukan penghitungan ulang se-Dapil V Nias Selatan,” tutup mereka.

reporter | Jeremi Taran

133 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment