You are here
Tiket Mahal, Penumpang Bandara Kualanamu Turun 37% Ekonomi & Bisnis 

Tiket Mahal, Penumpang Bandara Kualanamu Turun 37%

topmetro.news – Harga tiket yang dinilai masih tinggi membuat jumlah penumpang melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), mengalami penurunan hingga 37 persen.

“Berdasarkan Data Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2019 di Bandara Kualanamu, terdata 19.474 penumpang,” ujar Branch Communication And Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Minggu (9/6/2019).

Wisnu mengatakan, jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 37 persen dibanding tahun 2018 yakni sebesar 31.117. Penurunan jumlah penumpang ini disertai dengan pergerakan pesawat. Baik itu yang take off maupun landing di bandara tersebut.

“Untuk pergerakan pesawat di tahun 2019, ada sebanyak 163 pergerakan. Kondisi ini menurun 30 persen. Sebab di tahun 2018, pergerakan pesawat ada 234 pergerakan pesawat,” katanya.

Menurutnya, harga tiket yang masih tinggi menjadi salah satu faktor adanya penurunan penumpang. Namun hal dimaksud juga berlaku hampir diseluruh bandara.

BACA JUGA | PT KAI Sumut Siap Antisipasi Lonjakan Puncak Arus Balik

Pemudik di Jakarta

Sementara itu, ribuan pemudik arus balik Lebaran 2019 yang menggunakan moda transportasi kereta api mulai memadati sejumlah stasiun di Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Berdasarkan pantauan, sejumlah pemudik itu menunggu jemputan di area kedatangan di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Mereka terlihat membawa kardus, tas hingga koper-koper besar yang berisikan aneka pakaian dan kuliner khas kampung halaman.

Hingga pukul 10.50 WIB, pemudik yang menunggu di ruang kedatangan Stasiun Gambir masih terlihat padat.

Sementara itu di Stasiun Pasar Senen, ribuan pemudik yang baru tiba dari kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur disambut oleh instrumen medley Betawi. Seperti lagu Kicir-Kicir yang memperkuat nuansa Jakarta sebagai ibukota Negara Indonesia.

“Pelayanan kereta api saat ini sudah lebih baik dibandingkan dulu. Selain itu harga tiketnya juga murah,” kata Nursasih, pemudik asal Surabaya yang saat itu baru saja tiba di Stasiun Pasar Senen.

Lebih lanjut Nursasih berharap agar ke depan tiket kereta api bisa lebih mudah didapatkan. Sehingga tidak harus lagi memesan sejak tiga bulan sebelumnya.

Selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, PT KAI menyiapkan beragam fasilitas tambahan bagi pemudik. Seperti penambahan kursi di ruang tunggu hingga penambahan kereta api reguler.

PT KAI memprediksi masa mudik Lebaran 2019 terjadi tanggal 26 hingga 16 Juni 2019 mendatang. Ada pun puncak arus balik diprediksi terjadi hari ini, Minggu (9/5/2019).

sumber | beritasatu.com

236 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment