You are here
Polisi Dikeroyok Pemabuk Tuak, Kaki Palsunya Terlepas Daerah 

Polisi Dikeroyok Pemabuk Tuak, Kaki Palsunya Terlepas

Topmetro.News – Seorang anggota polisi dikeroyok pemabuk tuak yang berjumlah empat orang. Anggota polisi dikeroyok pemabuk itu ditengarai lantaran dituduh mengendarai sepedamotor secara ugal-ugalan. Meski sudah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepolisian, namun secara membabi buta, pemabuk itu tetap menganiaya korban hingga kaki palsunya terlepas.

Polisi Dikeroyok Pemabuk Dituduh Ugal-ugalan

Kasus penganiayaan anggota polisi dikeroyok pemabuk itu dialami Brigadir Polisi Satu (Briptu) Budi Sofan (25) yang bonyok dikeroyok empat pemuda mabuk.

Dalihnya, pengeroyokan ini dipicu lantaran korban dituduh mengendarai sepedamotor ugal-ugalan.

Sekadar diketahui kasus pengeroyokan ini terjadi Minggu (16/6/2019) silam, di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kampung Melandang, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten.

Korban Dicegat Pelaku

Saat itu, korban dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Perum Kepuren Residen, Kelurahan Kepuren, Kecamatan Walantaka, tiba-tiba dicegat para pelaku.

Saat itu, empat pemuda mabuk dimaksud memarahi korban. Mereka menuduh anggota polisi ini sudah mengendarai motor secara ugal-ugalan.

Namun, saat itu korban membantah tuduhan mereka.

Pelaku Rampas KTA Korban

Korban sempat membuka identitas dirinya sebagai anggota Polri. Namun sial, nyali mereka bukannya ciut, justru kian beringas.

“Pelaku minta KTA (kartu tanda anggota-red) dan ditunjukkan oleh korban ini,” kata AKP Ivan Adhitira, Kasat Reskrim Polres Serang Kota, Kamis (4/7/2019) seperti disiarkan jaringan pemberitaan JPNN.

Korban Punya Cacat Tetap

KTA korban langsung dirampas salah seorang pelaku. Saat itu korban sempat meminta pelaku mengembalikan KTA miliknya. Tetapi, keempatnya justru emosi dan mengeroyok korban secara membabi buta.

“Korban sempat meminta ampun, karena memang memiliki cacat tetap. Kaki sebelah kanannya menggunakan kaki palsu,” jelas Ivan.

Namun empat pemuda mabuk itu kian beringas menganiaya korban. Bahkan, kaki palsu korban sempat terlepas.

“Para pelaku saat kejadian memang dalam kondisi mabuk karena habis menenggak minuman tuak,” kata Ivan.

Terkapar, Korban Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Empat pemuda itu meninggalkan korban setelah terbaring lemah di pinggir jalan. Luka memar tampak di wajah dan lengan korban.

“Para pelaku sempat menginjak korban saat terjatuh,” ucap Ivan.

Tak begitu lama, warga yang melihat korban tergeletak di pinggir jalan, memboyong korban yang dalam kondisi bonyok ke RS dr Dradjat Prawiranegara.

Dua Pelaku Masih Diburon

Polisi yang mendapat laporan pengeroyokan itu langsung memburu keempat pelaku.

Dua orang pelaku sudah diamankan. Keduanya ditahan atas sangkaan melanggar Pasal 170 ayat (1) ayat (2) ke-1 KUH Pidana.

“Dua pelaku sudah kami tangkap beberapa hari lalu. Dua lagi masih dalam pencarian. Kami sudah mengantongi identitas dua pemuda (buronan) itu,” ujar Kasat Reskrim.

baca juga | DIKEROYOK 14 PELAJAR, ANGGOTA POLISI TERKAPAR DIBACOK

Seperti diberitakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya, tampaknya aksi pelajar kian nekat saja. Gara-gara truk yang dinaiki 14 pelajar diberhentikan, Aiptu Sugiri malah dikeroyok. Tidak itu saja, Polantas itu juga menderita luka bacok.

Ada 14 pelajar yang diamankan polisi karena terbukti mengeroyok Aiptu Sugiri.

“8 September sampai 11 September 2017, telah berhasil mengamankan 14 orang pelaku Tindak Pidana Secara Bersama Melakukan kekerasan di Muka Umum,” kata Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widyanto, Selasa (12/9/2017) silam.

Perbuatan itu dilakoni para tersangka pada 7 September 2017 lalu.

Saat itu mereka sedang menumpangi truk di Jalan Raya Puspitek, Tangsel namun ditegur korban, Aiptu Sugiri, yang sedang mengatur lalu lintas.

Reporter | Jeremitaran

715 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment