You are here
Soal Menteri Kabinet Baru, Jokowi: Jangan Ada yang Ikut Campur! Nasional 

Soal Menteri Kabinet Baru, Jokowi: Jangan Ada yang Ikut Campur!

Topmetro.News – Bicara soal menteri di kabinet baru Jokowi, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keputusan pemilihan menteri di kabinetnya merupakan hak atau kewenangannya sebagai presiden. Suami Iriana itu mendadak mengungkap hal itu di Instagram @jokowi, Selasa (3/9/2019).

Kabinet Baru Jokowi Dijawab Tegas

Sebelumnya, rumor soal kabinet baru seperti mengendap menyusul sejumlah isu hangat di tanah air seperti pemindahan ibu kota dan polemik Papua.

“Pak, siapa sih nanti menteri-menterinya? Siapa jadi menteri A? Lalu, Pak/Ibu B masuk ke kabinet nggak?? Itulah pertanyaan yang datang kepada saya hari-hari ini. Tiap hari, menuju ke tanggal 20 Oktober. Yang ditanyakan itu-itu saja,” tulis Jokowi sebagaimana disiarkan JPNN.

Diminta Agar Bersabar

Putra kelahiran Surakarta berusia 58 tahun itu kemudian meminta semua pihak untuk bersabar.

“Pertama, saya sampaikan: harap bersabar. Tunggu waktunya pasti akan umumkan. Kedua, seperti sering saya sampaikan: konstitusi kita mengatakan bahwa itu adalah hak prerogatif presiden,” tuturnya.

“Jadi jangan ada yang ikut campur. Usul boleh. Bisik-bisik juga boleh. Tapi ya, sekali lagi, keputusan di tangan saya. Penyusunan kabinet, kewenangan Presiden. Hak prerogatif Presiden!” tegasnya.

berita terkait | TUNTAS SUSUN KABINET, JOKOWI PASTIKAN 45 PERSEN DARI PARTAI

Sebagaimana diwartakan topmetro.news sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan telah selesai menyusun anggota kabinet untuk periode kedua di pemerintahannya. Ia menyebut pengumuman nama menteri itu bisa dilakukan kapan saja.

“Bisa segera diumumkan. Karena pasar juga sudah menunggu untuk kepastian,” kata presiden terpilih itu, kepada para pemimpin redaksi media massa, yang diundang dalam jamuan makan siang di Istana Merdeka, Rabu (14/8/2019).

Menurut Jokowi, 55 persen dari jumlah menteri berasal dari kalangan profesional yang dia pilih. Sisanya merupakan usulan dari partai politik. Ditanyakan apakah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusungnya dan merupakan pemenang pemilu legislatif akan mendapat jatah terbanyak, ia menjawab diplomatis.

“Nanti kalau paling sedikit, ditanyakan lagi, kenapa paling sedikit?” katanya.

Jokowi menyebutkan, kabinetnya merepresentasikan semangat kebangsaan. Selain perwakilan partai politik, ia mengakui mempertimbangkan faktor daerah, agama, gender, latar belakang organisasi kemasyarakatan, dan usia dalam menentukan calon menteri. Ia pun menyatakan, usaha kaderisasi pemimpin masa depan juga menjadi bagian penting kabinet mendatang.

Jokowi memang mendapat banyak sorotan terkait penyusunan kabinet untuk periode kedua pemerintahannya.

Tak cuma dari partai politik pengusungnya di Pilpres lalu. Jokowi juga mendapat banyak saran terkait pembentukan kabinetnya.

reporter | jeremitaran

158 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment