You are here
Wing Wall Jembatan Terpanjang di Aceh Terancam Roboh Daerah 

Wing Wall Jembatan Terpanjang di Aceh Terancam Roboh

topmetro.news – Pembangunan jembatan terpanjang di Aceh dilakukan secara multiyears (bertahap) dari tahun 2015 dan sudah menghabiskan dana puluhan miliar. Perkembangan terakhir, saat ini pada bagian dinding sayap (wing wall) penahan tanahnya sudah miring dan terancam roboh, terpantau Rabu (9/10/2019).

Wing wall tersebut dikerjakan beberapa tahun yang lalu ini kondisinya sudah sangat berbahaya. Karena di bawahnya adalah akses keluar masuk para warga menggunakan perahu.

“Dinding penahan tanah tanjakan jembatan itu sewaktu-waktu bisa roboh. Kami yang terbiasa melintasi jalur transportasi perahu dari Kilangan, Singkil menuju Kayu Menang, Kuala Baru khawatir menimpa kami,” ujar Kardi salah seorang penumpang perahu yang biasa menggunakan akses itu.

Sementara Agus, penanggung jawab teknis pemenang tender PT Cipta Yunanda, Selasa (8/10/2019), kepada media mengatakan, terkait miringnya dinding beton penahan tanah jembatan, sudah dikoordinasikan dengan pihak Dinas PUPR Provinsi Aceh.

“Kira-kira dua minggu yang lalu, tim teknis sudah melakukan peninjauan kemari. Dan rekomendasinya ada pada Dinas PUPR Aceh,” jelasnya.

Artinya, kata Agus, ini di luar konteks kontrak mereka. “Kontrak kerja hanya pemasangan bentang rangka baja dari abutmen timur Kilangan, Singkil ke abutmen barat Jembatan Kuala Baru. Sehingga saya belum bisa memberikan gambaran yang lebih banyak,” katanya.

Tahapan Lantai Jembatan

Agus mengatakan, saat ini proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil menuju Buloh Sema, Kabupaten Aceh Selatan atau sebaliknya itu, masuk tahapan lantai jembatan dari bahan rangka baja.

“Pembangunan lantai jembatan kita pos barikannya membutuhkan tujuh bentang rangka baja. Sementara yang sudah datang tiga bentang di lokasi. Sedangkan empat bentang lagi Insya Allah 16 Oktober nanti akan tiba di lokasi juga,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, kata Agus, rencana selanjutnya pihak mereka akan menyewa crane dan panton. Selanjutnya secara simultan dua unit crane itu akan melayani pemasangan rangka itu. Ditambah dua unit eksa masing-masing melayani 50 meter di sisi Kilangan dan 50 meter disisi dekat Kayu Menang, Kuala Baru.

“Saya berharap sekali do’a dan dukungan dari masyarakat disini. Bila akses lancar, maka perekonomian masyarakat juga semakin tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Targetnya, tambah Agus, rangka baja dari pilar kepilar jembatan meter selesai dari Kilangan, Kecamatan Singkil hingga Kuala Baru yang diperkirakan sepanjan 389 meter.

Sebelumnya Sekdakab Aceh Singkil Drs Azmi yang sempat meninjau jembatan didampingi Camat Singkil Safrizal. Kepada wartawan mengaku pembangunan jembatan Singkil-Kuala Baru tidak ada permasalahan.

“Saya rasa tidak ada permasalahan yang begitu pelik. Namun untuk lebih jelasnya silahkan berkoordinasi dengan pihak perusahaan pemenang proyek tender,” katanya.

reporter | Rusid Hidayat Berutu

268 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment