You are here
DPRD Medan: Perbaikan Jalan di Kota Medan tak Berdasarkan Skala Prioritas Kota Medan 

DPRD Medan: Perbaikan Jalan di Kota Medan tak Berdasarkan Skala Prioritas

topmetro.news – Banyaknya jalan rusak dan tidak adanya perbaikan signifikan terhadap infrastruktur di Kota Medan perlu dipertanyakan. Beberapa waktu lalu Walikota Medan melakukan pergantian Kadis PU Medan dengan harapan ada perubahan dan peningkatan kinerja.

“Namun setelah pergantian, tidak ada perbaikan kinerja Kadis PU sehingga perlu kembali dievaluasi,” ujar anggota FHPP (Hanura, PSI dan PPP) DPRD Medan Hendra DS kepada wartawan, Senin (14/10/2019), menanggapi banyaknya jalan rusak yang belum mendapatkan perbaikan.

“Perbaikan jalan yang dilakukan saat ini tidak signifikan dan tidak berdasarkan skala prioritas,” sebutnya.

Pergantian di jajaran PU Kota Medan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja. “Ternyata kinerja Kadis PU sekarang lebih parah dalam sebelumnya,” ujar politisi Partai Hanura itu.

“Bahkan saya mendengar proyek di sana seperti drainase dan lainnya masih dimonopoli oleh oknum tertentu dan seperti dilegalkan oleh pihak tertentu,” sebutnya, seraya mengatakan dirinya menduga masih ada fee proyek yang disetorkan ke oknum-oknum tertentu dan dengan besaran tertentu pula.

Kurang Koordinasi

Terkait banyaknya galian setelah jalan diaspal, Hendra menyebutkan hal itu terjadi akibat kurang adanya koordinasi antara pemko dengan instansi terkait. Seperti PLN, PDAM dan lainnya. Harusnya ada MoU terkait hal itu.

“Itu akan kita dorong agar Kota Medan jangan ‘kupak-kapik’ akibat pemasangan instalasi lain. Banyak instansi yang tidak menutup hasil galiannya setelah selesai pemasangan pipa atau kabel di jalan,” kata dia.

Kurangnya koordinasi dan perencanaan terhadap pembangunan di Kota Medan merupakan penyebab tumpang tindihnya pekerjaan. “Jalan yang sudah diaspal, dikorek lagi untuk penanaman instalasi milik instansi lainnya,” ujarnya.

“Seharusnya, pemko mengawasi dan memastikan para pemborong kembali memperbaiki jalanan yang sudah dikoreknya seperti sediakala,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua FGerindra DPRD Medan Edy Suranta Meliala. Dia menyebutkan, Pemko Medan hendaknya memiliki perencanaan matang terkait pembangunan jalan. Saat ini terjadi pengaspalan jalan yang tidak selesai di mana-mana.

Contohnya, disebutkannya, di Jalan Pintu Air IV menuju Kebun Binatang Medan (KBM) yang kerusakannya sepanjang 3 km. Namun hanya 1,5 km yang diaspal. Sementara sisanya 1,5 km cukup banyak titik jalan yang masih rusak parah, namun tidak diaspal.

Padahal jalan tersebut merupakan akses menuju objek wisata kebanggan Medan. “Bagaimana Pemko Medan bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini, kalau infrastruktur ke sana rusak parah,” sebutnya lagi.

Selain itu, di Pasar V Padang Bulan Medan, tepatnya di depan Carefour, jalan sangat sempit dan rusak parah. Jalan itu sudah lama rusak, namun hingga kini tidak ada perbaikan.

reporter | Jeremi Taran

Berita Lainnya

Leave a Comment